YLKI Tolak Rencana Mogok Serikat Pekerja dan Pilot Garuda

9534 views

 

Ilustrasi (foto: istimewa)

 

JAKARTA – Rencana mogok anggota Serikat Pekerja Garuda (SEKARGA) dan Asosiasi Pilot Garuda (APG) yang disinyalir akan dilakukan pada puncak arus mudik lebaran mendapatkan penolakan berbagai pihak. Salah satu yang menolak rencana mogok kerja tersebut adalah Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Melalui keterangan pers dari Ketua Pengurus Hariannya, Tulus Abadi, YLKI menyatakan tegas menolak rencana mogok para pekerja salah satu perusahaan plat merah tersebut.

“YLKI menolak rencana mogok SEKARGA dan APG, jika berdimensi mengganggu pelayanan pada konsumen.,” ujar Tulus Abadi, Jumat (1/6/2018) siang.

Tulus memaparkan bahwa dalam Undang-Undang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang tentang Penerbangan, konsumen berhak mendapatkan kenyamanan, keamanan dan keselamatan saat meggunakan jasa penerbangan.

“YLKI bisa menghargai rencana mogok tersebut, jika tidak berimbas pada aspek pelayanan pada konsumen,” imbuhnya.

Pihak YLKI berpendapat bahwa rencana mogok total pihak SEKARGA dan APG adalah bentuk pelanggaran terhadap hak-hak konsumen. Jika demikian, pihak YLKI khawatir tindakan tersebut bisa menimbulkan sikap antipati konsumen kepada SEKARGA dan APG, bahkan kepada keseluruhan citra Garuda Indonesia sebagai perusahaan penerbangan.

“Dengan aksi mogok total tersebut, justru akan mengakibatkan Garuda makin kerdil dan ditinggalkan konsumennya,” tegasnya.

Karena itu, YLKI meminta pihak SEKARGA dan APG untuk tidak mogok total kapanpun momennya, apalagi saat puncak arus mudik.

“Bernegosiasilah secara intensif dengan pihak manajemen Garuda dan pemerintah secara elegan, tanpa mengorbankan hak-hak konsumen,” saran Tulus.

Namun, tindakan rencana mogok kerja SEKARGA dan APG bukan tanpa alasan. Karena itu pihak YLKI meminta pihak manajemen Garuda Indonesia untuk memperbaiki pelayanan sehingga tidak terdengar lagi keluhan-keluhan konsumen atas pelayanan Garuda.

“Harus diakui, akhir-akhir ini bermunculan keluhan konsumen Garuda, baik pada cabin services¬†atau aspek On Time Perfomance-nya,” papar Tulus.

Selain itu, pihak YLKI juga berharap agar pemerintah mendengarkan aspirasi SEKARGA dan APG dalam mengambil kebijakan untuk internal Garuda.

“Jangan bongkar pasang direksi, tanpa menyerap aspirasi stakeholders utama Garuda. Baik stakeholders internal dan atau eksternal,” tandas Tulus mengakhiri keterangannya.

(bm/bti)

author