Viral Pernyataan Menag Soal Zakat, Ini Suara Dirut BAZNAS

 

 

JAKARTA – Saat ini tengah viral mengenai pernyataan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bahwa zakat dari umat Islam yang dilewatkan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) akan dipakai untuk infrastruktur. Bahkan respon publik menjadi sangat luar biasa dan liar. Untuk menjawab keresahan publik tersebut Direktur Utama BAZNAS, Mohamad Arifin Purwakananta menulis surat terbuka untuk memberikan penjelasan. Berikut bunyi dari pernyataan tersebut.

ZAKAT DI BAZNAS TIDAK UNTUK BAYAR HUTANG NEGARA.

Mohamad Arifin Purwakananta
Direktur Utama BAZNAS

Assalamu alaikum,
Sejumlah WA grup dan social media beberapa sahabat menanyakan mengenai rumor apakah zakat dipakai untuk membayar utang negara dan membuat jalan tol. Setelah mencoba menjelaskan satu persatu di grup dan japri dalam poating ini saya harus menjelaskan bahwa zakat bukanlah penerimaan negara serupa pajak dll yg masuk APBN dan digunakan utk dana pembangunan.

Dalam tata perundangan kita dana zakat di Indonesia dikelola dapat oleh BAZNAS dan LAZ. Karena saya sehari hari memimpin praktik pengelolaan zakat di BAZNAS, saya bisa memastikan bahwa dana zakat ke BAZNAS dikelola dan disalurkan oleh BAZNAS kepada mustahik sesuai dengan ketentuan syariah dan perundangan yang berlaku, diaudit syariah oleh pemerintah dan diaudit oleh Kantor Akuntan Publik dengan standar manajemen berbasis ISO 9001: 2015.

BAZNAS melaporkan laporan keuangan di media dan diawasi oleh publik. Memberikan laporan keuangan berkala di web BAZNAS dan menyampaikan berbagai program pendistribusian kepada publik lewat media massa. BAZNAS secara berjenjang melaporkan pengelolaan zakat kepada Presiden. Dan juga diundang ke DPR RI menjelaskan berbagai hal yang ditanyakan Anggota Dewan.

Penyaluran zakat BAZNAS diberikan untuk Program Sosial berupa bantuan Pendidikan, Kesehatan, Kebencanan, dan Pelayanan Aktif; Program Ekonomi berupa pemberian modal kerja, pendampingan usaha dan bantuan pemasaran produk UKM; serta Program Dakwah. Hal ini dikerjakan sendiri oleh lembaga program yang dibentuk BAZNAS langsung ke mustahik, juga melalui kerjasama BAZNAS daerah, LAZ, dan lembaga-lembaga lokal terkait. Hal ini dikerjakan di bawah pengawasan Divisi Monev dan Direktur Kepatuhan dan Audit Internal. Jadi zakat tak akan dipakai dan tidak boleh dipakai membayar utang negara atau membiayai jalan tol karena tidak sesuai syariah dan perundangan yang ada.

Mengenai kesalahpahaman ini saya memaklumi. Semenjak masuk ke Dompet Dhuafa dan belajar dari tokoh Zakat Nasional Eri Sudewo Tahun 1999, dan belajar dari KH Didin Hafidhuddin selaku Dewan Syariah Dompert Dhuafa saat itu, hingga menjadi Direksi Dompet Dhuafa terakhir 2013 dan saat ini dipercaya menjadi Dirut BAZNAS, memang merasa jumlah komunikasi baik dari BAZNAS maupun LAZ serta media massa mengenai pengelolaan zakat Indonesia dirasa masih sangat kurang. Zakat hanya muncul saat Ramadhan dan hilang pada sebelas bulan lainnya. Maka kesalahpahaman serta kesenjangan informasi ini menjadi mungkin terjadi.

Ke depan kita harus mengupayakan agar makin banyak media mengangkat tentang pengelolaan zakat di Indonesia. Nantinya penjelasan pengelolaan zakat akan semakin mudah. Sehingga syiar zakat makin baik dan masyarakat tak lagi ragu berzakat kepada BAZNAS dan LAZ.

Mengenai gagasan ASN berzakat via BAZNAS yang juga menimbulkan pro kontra ini, saya mempersilakan Kementrian Agama yang memiliki domain sebagai regulator pengelolan zakat Indonesia yang menjelaskan. Tapi dapat saya jelaskan, pada saat ini pun secara sukarela memang sudah banyak ASN berzakat ke BAZNAS melalui UPZ yang telah dibentuk di Kementrian, Badan, termasuk TNI dll.

Zakat para abdi negara ini mengisi porsi kurang lebih 35% an. Dan sisanya yang lebih banyak berzakat ke BAZNAS adalah masyarakat umum sebesar 65%. Kenaikan pengumpulan zakat ini di BAZNAS RI setiap tahunnya berkisar 35%. Artinya kepercayaan para ASN dan terlebih masyarakat luas kepada BAZNAS sangat tinggi dan terus meningkat dan masyarakat percaya kerja kerja BAZNAS saat ini.

Atas penjelasan saya ini, saya memahami tetap banyak masih banyak hal yang harus dijelaskan. Tapi kami percaya bahwa pertolongan Allah akan datang bagi setiap upaya menjalankan perintahNya. Doakan kami agar BAZNAS terus dapat memperbaiki diri, meningkatkan kemampuan untuk dapat melayani para Muzakki dan membedayakan Mustahik dengan amanah. Memberi yang terbaik yang kami bisa.

InsyaAllah dana zakat para Sahabat sekalian dan zakat masyarakat Islam Indonesia akan distribusikan dengan baik. Kami pertanggungjawabkan ini di dunia dan juga di akhirat.”

 

(bm/bti)

author