Tolak Demo Anarkis, Masyarakat Kuansing Deklarasi Damai

5
Sebanyak 60 orang melakukan Deklarasi Damai menolak demo anarkis di berbagai daerah di Indonesia yang menimbulkan kerusakan fasilitas umum. Deklarasi Damai dilakukan di seputaran Sport Center hingga Bundaran Corano Teluk Kuantan, Jumat (16/10/2020). (foto: anhar)

 

KUANSING RIAU – Demonstrasi anarkis yang terjadi di berbagai daerah menentang disahkannya RUU Cipta Kerja menjadi perhatian berbagai pihak. Hal tersebut disebabkan aksi anarkistik yang terjadi telah membawa kerusakan berbagai fasilitas negara dan fasilitas umum bahkan tidak sedikit memakan korban jiwa dari aparat dan masyarakat.

Selaras dengan maraknya demonstrasi anarkis, juga banyak pelanggaran Protokol Kesehatan yang terjadi karena kerumunan massa tidak terelakkan. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).

Merespon hal tersebut, Jum’at (16/10/2020), berbagai elemen masyarakat Kuansing menggelar demonstrasi DAMAI untuk menolak segala bentuk aksi unjuk rasa anarkis dan Pelanggaran Protokol Kesehatan. Kegiatan yang dilaksanakan di seputaran Sport Center sampai dengan Bundaran Corano Teluk Kuantan dihadiri sekitar 60 orang dengan Protokol Kesehatan yang ketat.

Kegiatan ini diprakasai oleh GP Ansor Kabupaten Kuansing sebagai bentuk keprihatinan atas maraknya aksi anarkis di berbagai daerah. Aksi ini turut didukung belasan elemen masyarakat baik dari serikat, ormas, komunitas dan tokoh masyarakat yang tergabung dalam masyarakat Kuansing bergerak.

Pada kesempatan ini dilakukan pembagian masker kepada warga masyarakat yang melintasi Tugu Carano oleh perwakilan massa deklarasi tolak anarkis.

Adapun 3 poin DEKLARASI dan tuntutan massa aksi adalah bahwa, “Kami segenap elemen masyarakat Kuansing berkomitmen:

1. Menentang segala bentuk anarkisme dan vandalisme dalam unjuk rasa yang sejatinya bertentangan dengan akidah agama dan budaya.

2. Siap mentaati protokol kesehatan dalam setiap aktifitas demi mewujudkan masyarkat yang sehat dan produktif.

3. Menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan serta menghindari perilaku permusuhan yang dapat memecah belah masyarakat.

Kordinator aksi tersebut menyampaikan, bahwa deklarasi tetap mempedomani kepada protokol Kesehatan pandemi Covid-19.

Aksi selesai pukul 10.30 WIB, setelah peserta deklarasi aksi damai selesai membagikan masker kepada para pengendara yang melintas di lokasi deklarasi.

(anhar/bti)