Tokoh Pers Jakob Oetama Dalam Kenangan

11
(foto: istimewa)

 

Tokoh Pers Indonesia Jakob Oetama meninggal dunia di usia 88 tahun, hari ini, Rabu, 9 September 2020.

“Telah meninggal dunia pendiri Kompas Gramedia, Pak Jakob Oetama,” demikian pernyataan dari Kompas TV.

Seperti disiarkan oleh Kompas TV, saat ini jenazah Jakob Oetama masih berada di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Kelapa Gading, Jakarta Utara dan selanjutnya pihak keluarga akan menyerahkan jenazah Jakob Oetama kepada negara untuk kemudian dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Pada tahun 2019, saya masih menulis mengenai Tokoh Pers Indonesia Jakob Oetama tersebut di Kompasiana, tepatnya pada hari Jumat, 27 September 2019, ketika Kelompok Grup Kompas akan memperingati Hari Ulang Tahun ke-88 beliau.

Dr. (HC) Jakob Oetama adalah tokoh yang disegani dan dihormati oleh para tokoh pers Indonesia lainnya. Pada waktu itu, sudah tentu selain bersyukur, mereka juga merasa kagum dengan pria kelahiran Borobudur, Magelang, 27 September 1931 tersebut.

Secara pribadi, saya memiliki pengalaman pribadi bersama almarhum Jakob Oetama. Itu terjadi pada hari Kamis, 26 Juli 2012, ketika saya diajak Ketua Umum Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Rais Abin menemui Pemimpin Umum dan Pendiri Harian “Kompas” Dr (HC) Jakob Oetama tersebut.

Saya merasa bangga karena bisa menyaksikan kedua sahabat yang sezaman ini bersenda gurau di lantai VI Harian “Kompas.”

Kemudian, Jakob Oetama menyatakan kesediaannya menulis “Sekapur Sirih” dalam buku yang saya tulis: “Catatan Rais Abin Panglima Pasukan Perdamaian PBB di Timur Tengah 1976-1979” (Jakarta: Penerbit Buku Kompas, September 2012).

Jakob Oetama adalah orang yang sangat konsisten dengan tugasnya sebagai wartawan. Waktu itu ia merupakan Presiden Direktur Kelompok Kompas-Gramedia. Seorang rekan pernah membisiki saya, bahwa pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, beliau pernah ditawari jabatan Menteri Penerangan RI oleh Harmoko. Memang benar tawaran tersebut, tetapi Jakob Oetama menolaknya.

Pada waktu pembicaraan di Gedung Kompas, Palmerah Jakarta Selatan ini, Jakob Oetama ditemani Redaktur Senior Kompas August Parengkuan yang kemudian dipercaya menjadi Duta Besar RI untuk Italia.

Mantan wartawan senior Harian Kompas August Parengkuan ini meninggal dunia hari Kamis, 17 Oktober 2019 di RS Medistra Jakarta pukul 05.50 WIB dalam usia 76 tahun.

Tentang Letnan Jenderal TNI (Purn) Rais Abin, siapa yang tak kenal beliau. Berbicara perdamaian Timur Tengah antara Mesir dan Israel dengan disepakatinya Perjanjian Camp David, tahun 1979 tak seorang pun menyangka bahwa perdamaian itu bisa terselenggara berkat laporan Rais Abin kepada Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (Sekjen PBB) yang dijabat Kurt Waldheim.

Rais Abin lahir di Koto Gadang, Kabupaten Agam, Bukittinggi, Sumatera Barat, 15 Agustus 1926.Tanggal 15 Agustus 2020 yang lalu, Rais Abin genap berusia 94 tahun.

Usia sepuh, tetapi tidak menyurutkan semangat untuk terus menyumbangkan berbagai pemikirannya terhadap bangsa dan negara ini. Kapan saja, di mana saja, di usia berapa saja. Itulah kelebihan dari seorang Tentara Nasional Republik Indonesia (TNI

Pulang dari Harian “Kompas,” saya diajak semobil dengan Rais Abin. Di perjalanan beliau banyak cerita tentang Veteran. “Bung,” ujarnya, “… hari Selasa sore kemarin (24 Juli 2012), saya bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kantor Presiden. Ya, sekalian melaporkan akan mengadakan Kongres bulan Oktober,” jelasnya lagi.

Ya, sahabat Rais Abin itu telah meninggal dunia. Selamat Jalan Pak Jakob.

 

DASMAN DJAMALUDDIN

Wartawan Senior