Terima 763 Mahasiswa Bidikmisi Jalur SNMPTN-SBMPTN, Ini Pesan Rektor Unair

38
Rektor Unair Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., M.T., Ak., CMA. saat memberikan sambutan pada Penyambutan Mahasiswa Baru Calon Penerima Bidikmisi Jalur SNMPTN dan SBMPTN tahun 2019 di Aula Garuda Mukti Kampus C Unair, Surabaya, Senin (15/7/2019). 

 

SURABAYA – Universitas Airlangga (Unair) menggelar Penyambutan Mahasiswa Baru Calon Penerima Bidikmisi Jalur SNMPTN dan SBMPTN tahun 2019 pada Senin (15/7/2019). Bertempat di Aula Garuda Mukti Kampus C Unair, ratusan mahasiswa baru calon penerima bidikmisi bersama orang tua menghadiri acara tersebut.

Dalam kesempatan itu, Rektor Universitas Airlangga, Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., M.T., Ak., CMA. memberikan banyak nasehat dan pesan. Menurutnya, prestasi menjadi seorang pemimpin, menjadi orang yang menonjol butuh perjuangan yang sangat luar biasa. Keterbatasan akan mendorong diri untuk berjuang lebih keras lagi.

“Sudah banyak kisah sukses mahasiswa penerima bidikmisi di Universitas Airlangga,” ujar Nasih.

Nasih memaparkan bahwa mahasiswa penerima bidikmisi memperoleh bantuan pendidikan sebesar Rp. 650.000 ,- per bulan. Menurut guru besar akuntansi itu, bantuan tersebut sudah dirasa cukup untuk hidup di Surabaya, asalkan tidak neko-neko.

“Ada beberapa case, bantuan pendidikan tidak digunakan mahasiswa langsung. Tentu hal ini akan sangat berbahaya untuk keberlangsungan hidup mahasiswa selama kuliah,” imbuhnya.

Nasih menyampaikan bahwa mahasiswa penerima bidikmisi akan dievaluasi pada tahun pertama. Menurutnyax mahasiswa harus mencapai minimal indeks prestasi (IP) 1 pada tahun pertama. “Apabila tidak sampai satu, mohon maaf, pak direktur akan mencabut status kemahasiswaanya,” tegas Nasih.

Dalam kesempatan tersebut, Nasih juga mendorong dukungan keluarga agar mahasiswa bisa selesai kuliah tepat waktu. Selain itu, didorong untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris karena UNAIR memiliki program outbound ke luar negeri di antaranya outbound ke Singapura, Thailand, Jepang dan Prancis. Nantinya bahasa Inggris berfungsi menunjang jika mengikuti outbound.

“Istimewanya, bidikmisi ini beasiswanya hanya 4 tahun. Bagi putra-putrinya yang bisa lulus 3,5 tahun, UNAIR menyediakan program fast track bisa lanjut S2 langsung,” tandas Nasih memungkasi pernyataannya.

(bus/bti)