Sudah 3 Tahun Menjabat, REKAN Indonesia: Anies Masih Punya Banyak PR

13
Pengurus REKAN Indonesia berdiskusi dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan terkait perkembangan  dan penanganan wabah pandemi Covid-19 di DKI, beberapa saat lalu. (foto: istimewa)

 

JAKARTA – Tahun ketiga memimpin DKI Jakarta adalah rintangan terberat bagi Anies Baswedan. Selain dihantam Covid-19, Anies juga selalu menjadi sasaran bully baik dari kaum nyinyir maupun kalangan DPRD DKI.

Banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dikerjakan Anies dalam membenahi ibukota. Salah satu yang mendesak adalah meningkatkan grade RSUD menjadi tipe A.

Lalu, penanganan kesehatan dengan preventif dan promotif yang berbasis partisipasi aktif warga. Data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta saat ini, ibu kota memiliki sekitar 32 rumah sakit daerah (RSUD).

“Kalau secara keseluruhan di bidang kesehatan sudah oke. Harus ada dorongan partisipasi warga dalam penanganan kesehatan,” ungkap Ketua Umum Relawan Kesehatan (REKAN) Indonesia Agung Nugroho kepada cakrawarta.com, Sabtu (16/10/2020) dini hari.

Hasil survei REKAN Indonesia di 33 provinsi kata Agung, DKI Jakarta justru menjadi yang paling siap melakukan terobosan dalam penanggulangan penyebaran wabah Covid-19.

“Tiga tahun kepemimpinan Anies adalah tahun terberat karena mewabahnya Covid-19. Tapi Anies memiliki komitmen dan konsern yang tinggi terhadap keadilan sosial bagi warganya dengan tetap mengutamakan prinsip keselamatan warga agar selamat dari Corona,” ungkap inisiator Lingkar Aktivis Jakarta (LAJ) ini.

Aktivis 98 ini menyatakan, terobosan yang dilakukan adalah dengan melakukan penambahan ruang isolasi memanfaatkan rumah sakit swasta dan hotel sebagai ruang isolasi. Kemudian penambahan tenaga kesehatan dan penyediaan obat-obatan bagi warga DKI yang terpapar Covid-19.

“Pemprov DKI juga terlihat serius menekan angka positif Covid-19 dengan model PSBB yang terarah dan terukur. Upaya itu juga disertai dengan tracing dan tes swab yang luas serta massif sehingga ibu kota memiliki angka yang pasti terhadap pasien Covid-19,” ucapnya.

Langkah maju lainnya kata Agung, adanya penyediaan no telpon gratis 119 untuk akses ambulan jenazah serta pengadaan ambulan jenazah air di Kepulauan Seribu.

“Keberadaan ambulans jenazah air amat dibutuhkan warga. Sebelumnya warga mengeluarkan duit cukup besar untuk dapat menyewa kapal komersil saat mengangkut jenazah keluarga atau kerabatnya dari daratan ke pulau atau dari pulau ke pemakaman,” terangnya.

Saat ditanya soal kalangan DPRD DKI Jakarta yang menilai minus kinerja Anies, Agung melanjutkan, kritik itukan harus berdasarkan data dan fakta.

“Selama satu tahun ini apa yang sudah dikerjakan DPRD. Berapa Perda yang disahkan? apakah Perda itu untuk kepentingan rakyat?,” sindirnya.

Agung menilai, jangan hanya gara-gara pokok pikiran (Pokir) yang belum bisa terlaksana lalu DPRD ngambek dan membabi buta. “Harusnya Pak Dewan terhormat itu juga turun ke rumah sakit. Lha, waktu demo dan halte Busway banyak terbakar aja gak ada yang muncul, pas sudah reda baru teriak-teriak,” tambahnya.

(bm/bti)