Sepeda Motor Masuk Tol, YLKI: Sesat Pikir!

509 views

ilustrasi. (foto: istimewa)

 

JAKARTA – Wacana yang dilontarkan oleh Ketua DPR RI Bambang Soesatyo dan juga pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), yang akan melegalkan sepeda motor masuk ke jalan tol dianggap sebagai wacana yang sangat menggelikan. Demikian disampaikan Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi kepada media, Rabu (30/1/2019).

“Wacana sepeda motor masuk tol wajib ditolak! Karena kontra produktif terhadap aspek safety, yang menjadi basis utama dalam bertransportasi,” ujar Tulus Abadi.

Menurutnya, mengizinkan sepeda motor masuk ke jalan tol, apa pun formulasi di lapangan, adalah sama saja menyorongkan nyawa pengguna sepeda motor. Dengan kata lain, menurut Tulus, pemerintah dan Ketua DPR tidak paham soal aspek keamanan pengendara di jalan raya. Data YLKI menemukan bahwa per tahun terdapatnya setidaknya 31.000 orang meninggal dunia di jalan raya karena kecelakaan lalu lintas dimana 71% merupakan pengendara sepeda motor. Karena itu dia heran jika sekelas Ketua DPR dan juga pemerintah tidak tahu data tersebut.

“Mendorong sepeda motor masuk jalan tol adalah “karpet merah” untuk melambungnya kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia dan cacat tetap yang melibatkan pengguna sepeda motor,” imbuhnya.

YLKI justru mencurigai munculnya wacana diperbolehkannya sepeda motor masuk jalan tol adalah hasil lobi industri sepeda motor kepada DPR dan pemerintah, apalagi menurut Tulus, wacana ini berkelindan dengan Peraturan OJK Nomor 35 Tahun 2018 tentang uang muka nol persen untuk kredit sepeda motor.

“Wacana tersebut bisa juga atas lobi aplikator ojek online. Apalagi ojek online kini semakin mendapatkan angin dari pemerintah,” tegasnya.

Oleh karena itu, bagi YLKI wacana memperbolehkan sepeda motor masuk jalan tol tidak layak dilanjutkan dan diwujudkan.

“Janganlah Ketua DPR dan Pemerintah mewacanakan sesuatu yang irasional, bahkan sesat pikir. Stop wacana sepeda motor masuk jalan tol!” tandas Tulus.

(bm/bti)

author