Rizal Ramli: Indonesia dan Jepang Bisa Jadi Kekuatan Dunia

Rizal Ramli saat bertemu dengan mantan Menteri Luar Negeri Jepang yang kini Ketua Policy Council LDP, Fumio Kishida, yang juga Member of Diet di Tokyo, Jepang pada Rabu (31/1/2018).

 

TOKYO – Tokoh nasional Rizal Ramli tak pernah melupakan loyalitas Jepang terhadap Indonesia di saat badai krisis ekonomi menghantam Tanah Air pada 1998. Untuk itu, dalam momentum 60 tahun persahabatan Indonesia dengan Jepang, kerja sama harus semakin ditingkatkan.

Karena itu, dalam pertemuannya dengan Ketua Policy Council Liberal Demokratic Party (LDP), Fumio Kishida di Kantor LDP, Tokyo, Jepang, Rabu (31/1/2018), Rizal Ramli mengenang kembali kontribusi Jepang terhadap Indonesia dalam melewati badai krisis ekonomi di tahun 1998.

“Kala itu hanya perusahaan Jepang yang tidak hengkang dari Indonesia. Bahkan, Jepang berani investasi dan memberikan bantuan pinjaman agar Indonesia bangkit dari keterpurukan. Jepang adalah sahabat sejati, that’s a friend are for,” ujar mantan Menko Ekuin era pemerintahan Gus Dur tersebut.

Memasuki 60 tahun hubungan bilateral Indonesia dengan Jepang, menurut Rizal Ramli, hal itu bisa dijadikan momentum bagi dua negara untuk menjadi soko guru kebangkitan Asia.

“Jepang memiliki resources dalam arti pengetahuan, teknologi yang canggih, dan financial. Sementara Indonesia kaya dengan sumber daya alam. Kalau bersinergi, maka Jepang dan Indonesia sebagai negara Asia bisa menjadi kekuatan dunia,” tukas begawan ekonomi tersebut.

Selain itu, sambung Rizal Ramli, Cina yang selama ini cukup agresif dalam bidang ekonomi tidak lagi menjadi ancaman.

Terkait dengan adanya asumsi sejumlah politisi Jepang yang menyatakan bahwa pemerintah Indonesia justru banyak memberikan perlakuan khusus bagi pemerintah Cina, Rizal Ramli membantah adanya anggapan itu.

“Ketika saya menjabat Menko Maritim, saya ubah tuh nama Laut Cina Selatan menjadi Laut Natuna Utara. Tujuannya untuk menegaskan kedaulatan Indonesia, dan menciptakan perdamaian dan stabilitas kawasan. Sikap Indonesia jelas kan, bahwa tidak ada perlakuan khusus bagi Cina,” tandas Rizal Ramli.

Untuk diketahui, lawatan Rizal Ramli ke Jepang kali ini adalah untuk bertukar pikiran dengan beberapa tokoh terkait dengan pergeseran geostrategis di Asia dan hubungan Indonesia-Jepang.

(ss /bti)

author