Resmi Dilantik, IAJ Dorong Penguatan Hubungan Indonesia-Jerman Di Bidang Teknologi

87
Para pengurus BPH Ikatan Alumni Jerman periode 2020-2023 berfoto bersama sesuai dikukuhkan dan dilantik di Rumah Eropa Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (10/1/2021). (foto: istimewa)

JAKARTA – Minggu (10/1/2021) Ketua Umum Ikatan Alumni Jerman (IAJ) Bimo Joga Sasongko mengukuhkan dan melantik Badan Pengurus Harian (BPH) IAJ periode 2020-2023 di Sekretariat Pusat IAJ “Rumah Eropa” Menteng, Jakarta Pusat.

“IAJ didirikan untuk meningkatkan peran dan memperluas jaringan dan kompetensi alumni Jerman, sekaligus merupakan wahana bagi para alumni Jerman untuk dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa,” ujar Bimo dalam keterangan pers yang diterima redaksi cakrawarta.com, Rabu (20/1/2021) siang.

Bimo menambahkan bahwasanya visi IAJ sendiri adalah mengoptimalkan dan mendorong kekuatan alumni Jerman supaya lebih eksis, kredibel dan dipercaya oleh berbagai kepentingan di tanah air. Misi jangka pendek IAJ adalah menjalin sinergi antar alumni, disertai dengan mempromosikan dan menyuarakan portofolio kompetensi dan keahlian para alumni melalui berbagai platform dan media.

“IAJ akan selalu berperan aktif sebagai think-tank bangsa terkait dengan strategi, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan nasional,” imbuhnya.

Selain itu, IAJ ternyata memiliki misi khusus yakni mendorong dan meningkatkan jumlah mahasiswa asal Indonesia untuk belajar di negara Jerman hingga 10 ribu orang selama lima tahun mendatang. Juga termasuk dalam misi khusus IAJ adalah untuk mendorong peningkatan jumlah pekerja asal Indonesia yang bekerja untuk perusahaan Jerman, baik di Indonesia maupun di Jerman.

“Sistem pengembangan profesi dan ketenagakerjaan di Jerman sangat tepat bagi Indonesia dalam menghadapi datangnya bonus demografi. Jerman sangat teliti, detil dan berhati-hati dalam memproyeksikan angkatan kerjanya,” papar Bimo.

Selain itu, masih menurut Bimo, IAJ juga terus berusaha melakukan kajian dan mengembangkan forum Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) dalam bentuk pemikiran dan gagasan terkait dengan penguatan hubungan antara Indonesia dan Jerman, yang akan sangat berguna untuk menunjang pembangunan Indonesia saat ini.

“IAJ mendukung langkah Kementerian Federal Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (BMZ) Jerman, terkait kerjasama pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia, seperti yang dilakukan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) bersama Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ). Hal yang dilakukan dalam kaitan tersebut antara lain adalah program pengembangan sumber daya manusia terkait sistem manajemen talenta dan sistem merit,” jelasnya.

Duka Untuk SJ182 dan Dukungan IAJ Terhadap Industri Dirgantara 

Dalam kesempatan tersebut, Pengurus IAJ juga mengucapkan duka cita yang mendalam terkait dengan terjadinya kecelakaan pesawat terbang komersial Sriwijaya Air dengan kode penerbangan SJ 182 rute Jakarta-Pontianak, yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1/2021) siang sesaat setelah lepas landas.

“IAJ sangat prihatin dan peduli dengan masalah kedirgantaraan di tanah air, karena sebagian anggota IAJ memiliki keahlian dan berprofesi di bidang kedirgantaraan. Mengingat negara Jerman juga merupakan kiblat teknologi penerbangan bagi Indonesia, terlebih lagi almarhum Prof. DR. B.J. Habibie yang sangat dihormati di Indonesia maupun di negara Jerman memiliki kepakaran yang luar biasa dan ternama dalam bidang pengembangan pesawat terbang,” kata Bimo.

Karenanya, IAJ melihat masalah teknologi perawatan berbagai jenis pesawat terbang perlu mendapat perhatian yang lebih serius. Hal itu dikarenakan, perawatan dan pengadaan suku cadang komponen pesawat pada saat ini sangat vital dan membutuhkan peran SDM ahli.  Terkait dengan industri dirgantara, Bimo menegaskan bahwa IAJ mendukung langkah Kementerian Perindustrian yang telah menggandeng industri komponen pesawat terbang asal Bavaria, Jerman agar perusahaan Jerman tersebut membuka engineering center di Indonesia. IAJ mendorong industri komponen dalam negeri menjadi vendor global value chain bagi industri komponen aircraft. Seperti yang diperankan oleh Indonesia Aircraft Component Manufacturer Association (INACOM) dengan Asosiasi Industri Komponen Pesawat Terbang Bavaria.

Terlebih lagi di Bavaria cukup banyak industri kecil dan menengah di sektor komponen yang menjadi vendor bagi raksasa industri penerbangan Airbus dan Eurocopter. IAJ juga mendorong agar industri kedirgantaraan di Indonesia bisa mendapatkan sertifikasi khususnya dari European Aviation Safety Agency (EASA).

“Para Pengurus dan Anggota Ikatan Alumni Jerman siap untuk bersinergi membangun Bangsa, serta membentuk jejaring di level Nasional maupun Internasional demi kepentingan Bangsa Indonesia,” pungkas Bimo dengan nada optimistik.

(bm/bti)