Produksi Dalam Negeri Tak Cukup, Indonesia Impor 270 Ribu Ekor Sapi

Menteri Perdagangan Rachmat Gobel Saat Meninjau Pasar Gede, Solo Jawa Tengah. (Dok. Sunaryo Haryo B, Solopos)

Menteri Perdagangan Rachmat Gobel Saat Meninjau Pasar Gede, Solo Jawa Tengah. (Dok. Sunaryo Haryo B, Solopos)

SOLO РDalam upaya mengantisipasi permintaan akan daging sapi di bulan puasa dan lebaran 2015 yang diperkirakan akan naik, pemerintah Indonesia akan mendatangkan daging sapi dari Australia. Menurut Menteri Perdagangan (Mendag), Rachmat Gobel, impor dari negeri Kanguru itu terpaksa dilakukan karena pasokan daging sapi dalam negeri tidak cukup. Adapun jumlah impornya diperkirakan mencapai angka 270 ribu ekor sapi.

“Betul itu. Kita memang harus impor karena produksi dalam negeri tidak mampu memenuhi kebutuhan,” ungkap Rachmat Gobel saat meninjau Pasar Gede Solo, Jawa Tengah, Kamis (11/6).

Untuk kebutuhan barang kebutuhan lainnya seperti bawang merah tidak perlu dilakukan impor. Hal ini dikarenakan daerah-daerah penghasil komoditas ini sudah mulai panen sehingga harga di pasaran mulai turun. Saat melakukan peninjauan di Pasar Gede misalnya, Mendag mendapati harga bawang merah yang semula sebesar Rp 32.000/kg telah turun menjadi Rp 30.000/kg.

“Harga cabe yang tahun lalu sebesar Rp 80.000/kg sekarang sudah turun drastis menjadi Rp 20.000/kg, tomat turun menjadi Rp 6.000/kg dari harga semula Rp 8.000/kg. Di Pasar Gede ini harga sayuran cukup stabil dan stoknya cukup,” pungkas Rachmat Gobel.

author