Pilkada 2020, Kaukus Pemuda Surabaya: Buat Surabaya Kok Coba-Coba!

Tiga Pembicara yakni Kordinator Kaukus Pemuda Surabaya Humas El-Hakim, S.H (kiri), anggota DPRD Surabaya periode 2014-2019 Ahmad Zakaria, SE (tengah) dan Direktur The Indonesian Democracy Initiative (TIDI) H. Arya Sandiyudha, Ph.D saat memompa semangat anak muda Surabaya di Teras Digital Café jalan Citarum nomor 19 Surabaya, Senin (28/10/2019) sore. (Foto: istimewa)

SURABAYA –  Senin (28/10/2019) kemarin tepat memperingati 91 tahun Sumpah Pemuda, sekelompok anak muda di Surabaya yang tergabung dalam Kaukus Pemuda Surabaya menyelenggarakan launching komunitas yang diawali diskusi dan diakhiri dengan deklarasi.

Kegiatan ini menghadirkan tokoh pakar dan praktisi yakni Direktur The Indonesian Democracy Initiative (TIDI) H. Arya Sandiyudha, Ph.D dan Anggota Komisi B DPRD Kota Surabaya periode 2014-2019 Achmad Zakaria, S.E dimana keduanya berdiskusi bersama arek–arek Suroboyo dengan tema “Menakar Pemuda dalam Demokrasi”.

Diskusi tersebut mengulas peran strategis milenial dalam ranah politik-publik. Hal ini diantaranya dapat disimak melalui pendapat Arya tentang substansi demokrasi “Memperjuangkan alit oleh para elit menuju negara solid dan ini tugas para pejuang politik yang salah satunya anak muda,” ujar tokoh muda nasional tersebut yang disambut tepuk tangan meriah peserta yang hadir.

Sementara itu, mantan DPRD Kota Surabaya Ahmad Zakaria atau yang lebih dikenal Bang Jek menegaskan posisi pemuda sebagai, “Perpaduan antara ide masa kini dan harapan masa depan yang harus berani mendobrak kemajuan sebagaimana sudah ditauladankan oleh generasi Sumpah Pemuda generasi awal”.

Pada akhir acara yang diselenggarakan di Teras Digital Café jalan Citarum nomor 19 Surabaya tersebut, Koordinator Kaukus Pemuda Surabaya Himas el Hakim, SH atau biasa dipanggil Cak Hakim menyampaikan deklarasi yang berisikan tiga hal pokok yang berisikan, pertama mendesak Pemerintahan Daerah Kota Surabaya baik Pemkot terutama DPRD untuk segera mengesahkan Raperda Kepemudaan. Deklarasi kedua mendukung para tokoh dengan rekam jejak berprestasi diatas rata–rata untuk maju sebagai Calon Walikota Surabaya. Poin terakhir Kaukus Pemuda Surabaya menyatakan siap mengawal proses demokrasi termasuk Pilkada Surabaya di tahun 2020 agar menghasilkan pemimpin terbaik untuk Kota Surabaya dan warganya.

“Pemuda sudah diberikan ruang dan pengakuan di tingkat nasional melalui Undang–Undang No 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, dan amanahnya untuk dilanjutkan di daerah dengan Perda, kok sampai sekarang belum ada Perdanya ini kan aneh? Jangan sampai pemuda lagi–lagi hanya jadi bahan jualan politik saja tapi tidak diberikan kepastian dan perlindungan hukum dalam aktualisasinya,” tegas Cak Hakim pasca deklarasi.

Sementara terkait dinamika Pilwali Surabaya tahun depan, advokat muda tersebut berharap, “Surabaya ini dipimpin oleh orang dengan kapasitas dan track record bahkan prestasi di tingkat Internasional minimal nasional karena standar kota ini sudah berkelas dunia, bukan kaleng-kaleng, tidak bisa hanya dipimpin oleh mereka yang visi dan jangkauannya masih pendek. Buat Surabaya kok coba-coba?!” sindir Cak Hakim dengan nada bercanda.

Menurut Cak Hakim, deklarasi dan diskusi yang diadakan tepat tanggal 28 Oktober 2019 dari pukul 15.30 hingga 17.30 WIB tersebut diharapkan menjadi kado bagi pemuda Indonesia khususnya Surabaya dalam menjaga semangat Sumpah Pemuda.

(bus/bti)

author