Pesan Menggugah Penyandang Disabilitas Soal Gapai Mimpi

Pendiri dan Ketua Komunitas Kelana, Lita Hariyani (tengah, berhijab) bersama anak-anak penyandang disabilitas di Allianz EcoPark, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara dalam sebuah acara peringatan Hari Anak Nasional beberapa waktu lalu. (Foto: Fikri)

 

JAKARTA – Mimpi. Itu kata kunci yang memicu seorang Donald Santoso untuk berjuang di tengah keterbatasannya. Mengalami cedera parah saat bermain basket, tak membuat pria berusia 27 tahun ini patah arang. Ia pun tetap menyalurkan hobi basketnya meskipun kini harus memakai kursi roda.

“Tak boleh ada kata menyerah. Justru keterbatasan itu jadi tantangan yang harus ditaklukkan,” ujar Donald kepada ratusan anak disabilitas dan pendampingnya yang hadir di acara Kelana Wujudkan Mimpi di Allianz EcoPark Taman Impian Jaya Ancol.

Donald dan tim basket kursi roda memang diundang oleh Komunitas Kelana yang menggelar acara wisata untuk 100 anak penyandang disabilitas dan 100 pendamping binaan Yayasan Sayap Ibu Bintaro untuk bergembira ria bersama dalam rangka Hari Anak Nasional.

Tak sekedar memberikan inspirasi, Kapten Timnas basket kursi roda yang akan bertanding di ajang Asian Paragames 2018 itu juga mengajak anak-anak penyandang disabilitas ganda bermain basket di kursi roda.

“Seruuuu, aku pengen tau cara main bola” kata Jelita, salah satu penyandang disabilitas ganda.

Menurut Lita Hariyani, Ketua sekaligus Pendiri Komunitas Kelana, acara ini merupakan komitmen Kelana mewujudkan mimpi anak-anak disabilitas yang hampir tak pernah berkelana untuk rekreasi.

“Anak-anak hebat para penyandang disabilitas ini bisa menjadi inspirasi bagi kami para relawan untuk lebih peduli dan selalu ingat bahwa anak-anak berkebutuhan khusus pun memiliki hak untuk bergembira bersama,” ujar alumnus Universitas Airlangga itu.

Usai bermain bersama tim basket paragames, anak-anak mengikuti program edukasi bertani dan berternak. Mereka belajar memberi makan hewan ternak, melihat cara bercocok tanam dan belajar di rumah lebah.

Mimpi anak-anak ini sangat sederhana, ingin wisata bersama dan mimpi mereka pun akhirnya terwujud karena mimpi itu layak diperjuangkan.

(fik/bti)

author