Perluas Manfaat, ACT-Malang Arahkan Program SGI Kepada Guru Honorer

Humanity staff Program Global Zakat-ACT Malang Iqrok Wahyu Perdana menyerahkan bantuan tunjangan kesejahteraan kepada salah satu guru honerer yaitu Bapak Yazidz di Kabupaten Malang, pada hari Rabu (8/1/2020). (foto: dokumentasi act malang)

 

MALANG – Dalam upaya menambah manfaat dari program sosialnya yang terbukti efektif, Global Zakat-ACT Malang telah memperluas jangkauan program Sahabat Guru Indonesia (SGI) guna mendorong adanya peningkatan kesejahteraan guru yang paling membutuhkan di Indonesia. Hal itu setelah beberapa waktu, Global Zakat-ACT melalui ACT Malang telah membantu seorang guru yang harus menjadi tukang sampah hanya demi menambah pendapatannya mengingat penghasilannya tidak cukup untuk menunjang biaya hidup pokok hariannya.

Menurut keterangan media dari Humanity Staff ACT-Malang Iqrok Wahyu Perdana yang diterima redaksi cakrawarta.com, Jumat (10/1/2020), Program SGI ditujukan untuk para guru prasejahtera khususnya honorer yang memiliki dedikasi tinggi dalam memajukan pendidikan anak bangsa. Program tersebut memberikan apresiasi berupa bantuan biaya hidup untuk guru yang membutuhkan.

Pada tahap awal, Global Zakat telah memberikan beaguru untuk 20 guru honorer dengan penghasilan rendah di Malang dan sekitarnya seperti Kabupaten Malang, Pasuruan dan juga kota Batu.

“Pemberian bantuan biaya hidup guru ini kami tujukan kepada yang benar-benar membutuhkan. Sejauh ini sudah 20 guru yang telah menerima bantuan. Kami masih mendata lagi guru-guru yang berhak menerima bantuan ini. Selanjutnya, program SGI akan terus berlanjut yang nanti harapannya membantu guru-guru prasejahtera yang tentu sudah berjasa pada bangsa ini,” ujar Iqrok.

Yazidz, salah satu guru yang menerima bantuan biaya hidup, berharap agar guru honorer lain bisa ikut menikmati bantuan tersebut. Hal ini mengingat saat ini jumlah guru dengan status honorer di dalam negeri masih sangat banyak. Tetapi kesejahteraannya masih jauh dari harapan.

“Kami berharap agar ke depannya nasib para guru honorer semakin bertambah baik. Semoga di masa mendatang lebih banyak lagi guru-guru honorer yang mendapatkan manfaat dari program ACT. Semoga sukses dan berkah untuk aktivitas kemanusiaan dari ACT,” ungkap Yazidz dengan wajah bahagia.

Untuk diketahui, program Sahabat Guru Indonesia hadir untuk mengapresiasi pengabdian guru-guru Indonesia. Utamanya para guru yang tetap semangat dan ikhlas mengabdi di tengah keterbatasannya. Seperti kita ketahui, saat ini masih banyak guru yang belum mendapatkan perhatian terkait kesejahteraannya. Oleh karena itu, ACT mengajak semua pihak untuk peduli dan bergerak membantu para guru berdedikasi tersebut melalui program SGI.

“Kami pihak ACT sangat berharap, bantuan yang disalurkan menjadi hadiah kecil yang bermakna bagi para guru honorer. Sehingga, mereka kian semangat untuk tetap mendidik anak-anak bangsa,” pungkasnya.

(fna/bti)

author