Pemuda Muhammadiyah Kalsel: Pelaksanaan Pilkada Serentak Wajib Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19

40
Webinar dengan tema “Pilkada di Tengah Pandemi?” yang dilaksanakan oleh Pemuda Muhammadiyah Kalsel, Minggu (21/6/2020). (foto: fatori)

 

BANJARMASIN – Kembali dilanjutkannya pelaksanaan tahapan Pilkada Serentak Tahun 2020 dengan keluarnya keputusan KPU Nomor 256 tahun 2020 tentang pelaksanaan Pilkada Serentak lanjutan tahun 2020, Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Selatan  (Kalsel) mendorong supaya pilkada dapat berkualitas dan mengedepankan protokol kesehat anman pelaksanaannya di tengah wabah pandemi Covid-19.

Hal itu dibahas dan didiskusikan dalam sebuah Webinar dengan tema “Pilkada di Tengah Pandemi?” yang dilaksanakan oleh Pemuda Muhammadiyah Kalsel, Minggu (21/6/2020), dengan pembicara dari unsur penyelenggara, pemerhati pemilu, dan tenaga kesehatan yaitu, Siswandi Reya’an (anggota KPU Kalsel), Nur Kholis Madjid (anggota Bawaslu Kalsel), Khoirunnisa N. Agustyati (Deputi Direktur Perludem) dan dr. Meldy Muzada Elfa (Ketua PWPM Kalsel). Webinar tersebut diikuti oleh tidak kurang dari 200 peserta yang berasal dari seluruh penjuru tanah air, dari Papua hingga daerah Sumatera dan berlangsung kurang lebih 3 jam.

Nopriyadi Muluk, Wakil Ketua Bidang Politik, Hukum, dan Advokasi Pemuda Muhammadiyah Kalsel sekaligus ketua pelaksana Webinar tersebut mengungkapkan, pelaksanaan lanjutan tahapan Pilkada yang telah diputuskan oleh Pemerintah harus didukung dan disukseskan bersama. Meskipun ada beberapa persolan yang timbul karena pilkada di Tengah pandemi yang belum berakhir.

“Pilkada di tengah pandemi mengharuskan ada perubahan regulasi dan kerangka hukum yang adaptif. Disamping menjalankan Pilkada berdasarkan Undang-Undang Pilkada, disisi lain harus menjalankan protokol kesehatan Covid-19,” ujarnya dalam webinar tersebut.

Selain itu, ia berharap semoga pelaksanaan Pilkada meskipun dalam kondisi pandemik seperti ini tidak mengurangi kualitas Pilkada terutama partisipasi masyarakat. Sehingga dapat menghasilkan kepala daerah terbaik.

Sementara itu, dr. Meldy selaku Ketua Pemuda Muhammadiyah Kalsel menekankan akan pentingnya keselamatan rakyat sebagai prinsip utama dari demokrasi.

Tragedi kemanusiaan yang terjadi pada Pemilu 2019 cukup menjadi yang pertama dan terakhir dalam sejarah perjalanan demokrasi kita.

“Pilkada di tengah pandemik harus benar-benar sesuai Protokol Kesehatan Covid-19 yang ketat, baik penyelenggara, peserta, dan pemilih harus disiplin,” lanjut dokter spesialis penyakit dalam RSUD Ulin Banjarmasin tersebut.

Meldy mengharapkan seluruh elemen bangsa memiliki komitmen terhadap kemanusiaan sehingga Pilkada yang sehat dapat terwujud.

(fatori/bti)