Pemimpin Tua yang Kita Kenal

161 views

Baru saja Letnan Jenderal TNI (Purn) Rais Abin terpilih kembali sebagai Ketua Umum Legiun Veteran RI (LVRI) untuk yang ketiga kali di usia 91 tahun. Banyak yang berdecak kagum tentang kesehatannya. Diperkirakan ketika menyelesaikan jabatannya, lima tahun kemudian, ia sudah berusia 96 tahun.

Usia panjang buat Rais Abin betul-betul bermanfaat. Usia yang diberikan oleh sang pencipta, betul-betul dimanfaatkan dengan baik.

Selama ini kita banyak mengenal para pemimpin yang berusia lanjut. Di Amerika Serikat (AS) sekarang ini, Donald Trump berusia 70 tahun. Ia terpilih sebagai Presiden AS ke-45 di usia lanjut.

Sebelumnya AS pernah dipimpin presiden tertua, Ronald Wilson Reagan yang terpilih pada usia 69 tahun pada 1981. Reagan bahkan menjabat presiden AS hingga 1989 (dua periode) yang berarti sampai usia 77 tahun.

Di Asia, Presiden Filipina Rodrigo Duterte yang baru dilantik bulan lalu berusia 71 tahun. Begitu juga Presiden Tunisia Beji Caid Essebsi yang berkuasa sejak 2014 berusia 89 tahun. Bahkan Presiden Zimbabwe Robert Mugabe kini berusia 91 tahun dan Presiden Kuba Raúl Modesto Castro Ruz kini berusia 85 tahun.

Negara bekas seteru AS yakni Rusia juga dipimpin tokoh tua yaitu Vladimir Putin yang kini berusia 63 tahun.

Ratu Elizabeth II yang jadi kepala Negara Britania Raya kini berusia 90 tahun. Raja Malaysia Abdul Halim sekaligus Sultan Kedah kini berusia 88 tahun. Emir Kuwait Sabah Al Ahmad berusia 85 tahun. Presiden Kamerun Paul Biya berusia 82 tahun.

Begitu juga Kaisar Jepang Akihito berusia 82 tahun. Raja Saudi Arabia Salman Bin Abdul Aziz kini berusia 80 tahun. Dan masih banyak lagi presiden berusia di atas 60 tahun di negara-negara lain. Bahkan hampir 70 persen negara-negara di dunia kini dipimpin presiden berusia di atas 60 tahun.

Dalam studi kepemipinan, seorang pemimpin masuk kategori muda jika ia berusia antara 40 sampai 60 tahun. Sebaliknya pemimpin dianggap tua jika ia berusia 60 tahun ke atas.

Banyak para pengamat mengatakan, generasi tua itu secara ekonomi, pengalaman dan mental lebih mapan. Mereka lebih stabil dan bijak karena ditempa pengalaman, meski tak sedikit yang korup dan pragmatis. Yang pasti, faktor pengalaman berpengaruh besar dalam membangun sikap mental dan prilaku politik sebagai pemimpin.

DASMAN DJAMALUDDIN

Jurnalis, Sejarawan dan Penulis Senior, kini tinggal di Depok

author