Pemerintah Dorong Pertumbuhan Industri Dalam Negeri Melalui P3DN

Menteri Perindustrian Saleh Husin Saat Memberikan Sambutan Pada Pameran Kemampuan Industri Material Dasar Logam Hilir di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (23/6)

Menteri Perindustrian Saleh Husin Saat Memberikan Sambutan Pada Pameran Produk Industri Material Dasar Logam di Plasa Pameran Industri Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (23/6)

JAKARTA – Pada Pembukaan Pameran Produk Industri Material Dasar Logam hari ini, Selasa (23/6), Menteri Perindustrian Saleh Husein menyampaikan jika Kementerian yang dipimpinnya telah menjalankan program strategis yakni Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) dalam rangka menekan penggunaan jumlah produk impor dan mendorong tumbuhnya industri dalam negeri khususnya industri material dasar logam.

“Melalui program P3DN, pemerintah memberikan support supaya jadi pemicu dalam upaya meningkatkan penggunaan produk logam dalam negeri, terutama proyek-proyek yang dibiayai APBN,” ujar Menteri Perindustrian Saleh Husein dalam sambutannya di Plasa Pameran Industri, Kementerian Perindustrian.

Saleh menegaskan, sebagai salah satu industri dasar yang menunjang produksi barang modal dengan logam sebagai bahan baku utamanya, industri logam memiliki peranan yang cukup besar terhadap pengembangan industri nasional.

“Seluruh komponen utama dari peralatan atau mesin yang digunakan dalam kegiatan industri terus disuplai oleh industri logam. Angkanya mencapai hingga 85%, karenanya industri ini harus dilindungi dari gempuran impor” ungkap mantan politikus Hanura itu.

Di sisi yang lain, guna menjamin ketersediaan pasokan bahan baku, Kementerian Perindustrian telah mendukung program pengembangan industri logam berbasis sumber daya lokal.

Saleh menambahkan, prospek industri logam nasional di masa mendatang sangat baik jika dilihat dari aspek permintaan pasar. Menurutnya, hal tersebut seharusnya direspon dengan meningkatkan suplai melalui optimalisasi utilisasi maupun investasi baru. Selain itu, potensi bahan baku di dalam negeri yang melimpah dan belum dimanfaatkan secara optimal, juga menjadi peluang besar untuk meningkatkan daya saing produk.

“Karenanya, pemerintah akan terus berupaya untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif agar dunia usaha tetap bergairah melakukan investasinya di Indonesia,” pungkas menteri yang juga politikus Nasdem ini.

(msa/bti).‎

author