Peduli Longsor Ponorogo, Laznas LMI Terjunkan Relawan dan Buka Posko

47
Relawan RNPB Laznas LMI menyerahkan bantuan sembako dan pakaian kepada korban longsor Ponorogo.
Relawan RNPB Laznas LMI Eryk Kristianto (bertopi) menyerahkan bantuan sembako dan pakaian kepada korban longsor di Posko Dusun Singgaran Desa Cangkir RT 01 RW 01 Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo.

PONOROGO – Sejak Jumat (31/3/2017) yang lalu hujan lebat memicu longsor di Desa Banaran Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo pada Sabtu (1/4/2017) jam 6.00 WIB. Longsor tanah diperkirakan 800 meter dari titik dan amblas ke bawah kira-kira 10 meter.

Berdasarkan informasi dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) puluhan rumah tertimbun longsor, 17 orang meninggal dunia, puluhan luka-luka, 28 orang belum ditemukan dan 200 jiwa terancam longsor.

Longsor yang terjadi di Ponorogo itu menerjang empat RT di Dusun Takil dan Krajan. Proses evakuasi korban yang tertimbun pun mulai dilakukan sejak kejadian yakni Sabtu pagi.

Namun pada Minggu (2/4/2017) sore, proses evakuasi dihentikan karena cuaca buruk dan hujan deras. Proses evakuasi baru bisa mengangkat satu jenazah dari 28 korban yang tertimbun. Penduduk yang kehilangan rumahnya pun saat ini mengungsi di rumah Lurah setempat dan saudara terdekat mereka di sekitar lokasi bencana.

Laznas LMI pun menunjukkan kepedulian dan aksi sosialnya dengan menerjunkan relawan dan membuka dua posko yang tergabung dalam Relawan Nasional Penanggulangan Bencana (RNPB). Posko pertama berada di Rumah Bapak Katimun, Dusun Dresi RT 02 RW 02 Desa Wagir Kidul Pulung. Sedangkan Posko kedua berada di Dusun Singgahan Desa Cangkir RT 01 RW 01 Pulung. Posko pertama di sekitar ring satu 500 meter dari lokasi sedangkan posko kedua di sekitar ring tiga untuk tempat penampungan dan logistik.

“Sampai sore kemarin Laznas LMI sudah menyalurkan ke pusat penyaluran bantuan di SDN Banaran berupa 100 nasi bungkus, 10 karton snack, 10 karton air mineral dan 5 karton pakaian pantas buat anak anak,” papar Handri, kordinator RNPB Laznas LMI Ponorogo.

Sementara itu, menurut Ketua RNPB Laznas LMI Susanto, tim RNPB dari Blitar dan Tulungagung pun juga dikerahkan dan saat ini sudah bergabung bersama tim Ponorogo untuk membantu korban longsor.

“Kami gerak cepat karena donatur LMI juga cepat menyalurkan dananya ke kami. Menjaga amanah. Kami juga terus memantau kondisi di lokasi dan tetap bertahan sampai pasca bencana sebagai bentuk tanggung jawab,” tandas Susanto.

(sg/bti)