PBNU Kutuk Keras Pengeboman Gereja di Surabaya

214 views

Ketua Umum PBNU, KH. Said Agil Siradj di kantor PBNU, Jakarta. (foto: istimewa)

 

JAKARTA – Pengurus Besar NU (PBNU) merespon beberapa kejadian yang terjadi menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1439 H.

Pertama, publik dikejutkan dengan aksi narapidana terorisme di Rutan Salemba Kompleks Mako Brimob serta yang terbaru, ledakan bom di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5/2018).

Menurut Ketua Umum PBNU, KH. Said Agil Siradj rangkaian kejadian yang ada menunjukkan bahwa radikalisme, apalagi yang mengatasnamakan agama, sungguh sangat memprihatinkan dan mengiris hati kemanusiaan bangsa Indonesia.

Karenanya, Said mengatakan bahwa PBNU mengecam dan mengutuk keras segala tindakan terorisme, apapun motif dan latar belakangnya.

“Segala macan tindakan menggunakan kekerasan, apalagi yang mengatasnamakan agama dengan cara menebarkan teror, kebencian, dan kekerasan bukanlah ciri ajaran Islam yang rahmatan lil alamin. Islam mengutuk segala bentuk kekerasan. Bahkan tidak ada satu pun agama di dunia ini yang membenarkan cara-cara kekerasan dalam kehidupan,” ujar Said Agil dalam keterangan persnya, Minggu (13/5/2018).

Said menambahkan bahwa NU secara keseluruhan menyampaikam rasa bela sungkawa yang sangat mendalam kepada keluarga korban atas musibah yang sedang dialami.

“Segala yang terjadi merupakan suratan takdir dan kita harus menerimanya dengan penuh sikap kedewasaan, lapang dada, ketabahan dan kesabaran,” imbuhnya.

PBNU sendiri mendukung penuh upaya dan langkah-langkah aparat keamanan untuk mengusut secara cepat dan tuntas motif, pola, serta gerakan yang memicu terjadinya peristiwa tersebut.

“Gerakan terorisme sudah semakin sedemikian merajalela, maka diperlukan penanganan khusus yang lebih intensif dari pelbagai pihak, utamanya negara melalui keamanan,” tegasnya.

Oleh karena itu, PBNU mengajak seluruh warga Indonesia untuk bersatu padu menahan diri, tidak terprovokasi serta terus menggalang solidaritas kemanusiaan.

PBNU juga mendesak pemerintah untuk mengambil langkah tegas serta cepat terkait penanganan dan isu terorisme dan radikalisme.

“Langkah ini harus ditempuh sebagai bagian penting dari upaya implementasi dan kewajiban negara untuk menjamin keamanan hidup warganya. Dan apapun motifnya, kekerasan, radikalisme, dan terorisme tidak bisa ditolerir apalagi dibenarkan, sebab ia mencederai kemanusiaan,” tandasnya.

(bti)

author