Menteri PANRB: Kunci Pemerintahan Modern Adalah Inovasi dan Daya Saing

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin saat melepas peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I angkatan ke-41 di Kantor LAN, Jakarta, Kamis (18/7/2019).

 

JAKARTA – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin menegaskan peran penting Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) dalam mewujudkan pemerintahan modern. Sebab PKN akan mencetak pemimpin bangsa yang akan menjabarkan kebijakan strategis lintas kelembagaan yang sinergis.

“Inilah prototipe awal bagi terbangunnya fondasi pemerintahan yang dinamis, flesibel, adaptif dan responsif dalam menghadirkan solusi untuk setiap permasalahan bangsa,” ujar Menteri Syafruddin dalam upacara pelepasan PKN Tingkat I angkatan ke 41 di Kantor LAN, Jakarta, Kamis (18/7/2019).

Menurutnya, saat ini semua pemerintahan di dunia sedang berlomba untuk menerapkan pemerintahan modern agar dapat menumbuhkan berbagai inovasi dan kreativitas yang ditopang penuh oleh teknologi. Untuk itu, Menteri Syafruddin meminta seluruh elemen pemerintahan dan masyarakat bergerak secara simultan mengubah tata kelola pemerintahan menuju pemerintahan modern.

“Kunci pentingnya terletak pada inovasi, ide, kreativitas, daya saing, kerja keras dan produktivitas,” ungkap Syafruddin.

Untuk itu, reformasi birokrasi harus melandasi setiap program pembangunan infrastruktur, pembangunan SDM, reformasi struktural serta dalam penggunaan APBN. Sehingga pemerintah mampu menghadirkan cara terbaik untuk mengatasi berbagai masalah kebangsaan untuk menghadirkan kesejahteraan rakyat. “Inilah tugas besar anda, sebagai calon pemimpin bangsa,” tegas Menteri Syafruddin.

Hal ini sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo sebagai presiden terpilih 2019-2024 yang menempatkan reformasi birokrasi sebagai program prioritas. Terkait hal tersebut, Kementerian PANRB pada tahun 2019 ini menetapkan fokus kegiatan reformasi birokrasi pada 6 hal. Pertama, menguatkan fondasi sistem merit menuju smart ASN. Kedua, memantapkan SAKIP guna membangun efektivitas dan efisiensi pemerintahan.

Melalui penerapan SAKIP maka penggunaan APBN akan fokus dan tepat sasaran untuk pembangunan dan pertumbuhan . “Melalui SAKIP berhasil memfokuskan 498 triliun anggaran APBN untuk pembangunan pusat dan daerah serta menciptakan kemandirian daerah dalam meningkatkan lapangan kerja, pendidikan, kesehatan, dan pertumbuhan ekonomi,” papar mantan Wakapolri.

Fokus reformasi birokrasi lainnya adalah meluaskan pembangunan zona integritas untuk mewujudkan birokrasi bersih melayani. Kemudian, percepatan penerapan e-goverment atau SPBE untuk memudahkan pelayanan kepada masyarakat dan dunia usaha. “Targetnya, akhir tahun 2020, SPBE selesai dan dapat diimplementasikan secara nasional,” kata Menteri Syafruddin. Reformasi birokrasi juga memfokuskan pada penataan kelembagaan instansi pemerintah agar semakin lincah dan dinamis menjalankan tugas dan fungsinya.

Kementerian PANRB telah menyusun road map penataan kelembagaan pemerintah 2020-2024, serta regulasi tentang hubungan fungsional kementerian dan LPNK. Reformasi birokrasi juga fokus mengoptimalkan pelayanan dasar dan perizinan kepada masyarakat dan dunia usaha.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Syafruddin menjelaskan program reformasi birokrasi di Indonesia sudah berjalan dengan baik. Tetapi perkembangan reformasi birokrasi di negara lain ternyata jauh melampaui Indonesia. “Besar harapan saya, seluruh alumni PKN mampu mengakselerasi reformasi birokrasi di sektoral kelembagaannya,” harapnya.

Menteri Syafruddin mengajak seluruh aparatur negara untuk membangun birokrasi modern sehingga dapat bersaing dan memenangkan kompetisi global. Ia juga memberikan apresiasi untuk LAN yang telah memberikan materi strategic thinking, menanamkan proyeksi, kajian, dan konsep untuk pengembangan pemerintahan di masa mendatang.

Menteri Syafruddin mengucapkan selamat untuk seluruh peserta PKN angkatan 41 dan dapat melanjutkan karya serta pengabdian kepada bangsa melalui peningkatan jiwa kepemimpinan dan pengambilan kebijakan strategis untuk perkembangan dan kemajuan bangsa Indonesia. Hadir dalam acara ini Kepala LAN Adi Suryanto, Sestama LAN Sri Hadiati, para Widyaiswara serta pejabat pimpinan tinggi pratama lintas kementerian dan lembaga. (HUMAS MENPANRB)

author