Mengambil Peran Perubahan

86 views

 

Perubahan menjadi hal yang terus berjalan tanpa henti. Mengikuti perubahan seakan menjadi keharusan agar kita tidak ketinggalan. Terkadang orang nampak bodoh bukan karena sebetulnya bodoh, namun karena yang lain sudah bergerak maju, keadaan telah berubah, sedangkan ia diam dan bertahan pada tradisi dan pola lama. Terbelenggu dalam zona nyamannya.

Bisa dikatakan perubahan yang paling menonjol di satu dekade ini saja adalah sektor teknologi dan media informasi komunikasi. Perusahaan penyedia perangkat berlomba menawarkan inovasi terbaru dengan tingkat efektivitas dan efisiensi yang saling bersaing.

Begitupula para pengguna. Mereka pun berlomba-lomba memiliki perangkat terbaru, update inovasi dan versi terkini. Dari sisi informasi mereka juga berusaha mengikuti setiap arus informasi mulai dari yang penting sampai tidak penting..

Tercatat, Indonesia sebagai warga dunia terbesar nomor 4 dunia, penggunaan internet mencapai 132,7 juta penduduk atau 57,8 ℅. Angka yang sangat spektakuler sekaligus gambaran masyarakat Indonesia pada saat ini.

Kecenderungan itu kemudian terus berjalan, alami, dan gelombangnya semakin lama semakin membesar. Era teknologi tak bisa dipungkiri telah memberikan warna baru dalam berbagai sektor kehidupan.

Dalam sektor bisnis, dapat kita lihat perkembangan e-Commerce dan start up yang berbasis teknologi. Hadirnya e-Commerce dengan keunikan konsep dan bisnis modelnya mampu membuat pembeli lebih melirik online shop (toko daring).

Pebisnis yang masih mengandalkan offline (luring), menutup mata dari derasnya arus perubahan, tak mampu mengidentifikasi pola pasar dan miskin inovasi harus bersiap untuk ditinggalkan pelanggannya.

Perubahan terus bergulir. Siapa yang memiliki ide dan gagasan, mampu membuat perubahan, maka dialah yang akan memimpin. Inovasi menjadi kunci dari pintu kemenangan.

Melihat perubahan yang lebih dikendalikan oleh teknologi dan media informasi komunikasi, tak dipungkiri merubah pola, kebiasaan, dan skema yang sudah berjalan lama. Berbagai pekerjaan yang dulu membutuhkan keterampilan manusia melalui pendidikan tertentu, kita sudah diganti dengan inovasi teknologi.

Dapat kita lihat, penjaga tol sekarang sudah digantikan dengan sistem portal otomatis. Pembelian tiket travel tinggal pesan online (daring). Security telah diganti Closed-Circuit Television (CCTV). Di Bandung telah dipasang sirine dengan pemantauan jarak jauh, sehingga polisi tidak harus turun ke jalan untuk mentertibkan lalu lintas. Jasa desain digantikan oleh aplikasi desain.

Melihat perubahan yang berjalan relatif cepat dan terjadi secara luas di berbagai sektor, nampaknya ada hal penting yang harus diperhatikan. Yaitu penyiapan generasi muda yang kreatif dan inovatif. Indonesia memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang sangat cukup dan potensi alam maupun budaya dan kearifan lokal lain yang sangat tinggi untuk menjadi negara yang siap bersaing di era keterbukaan dunia.

Penyiapan keterampilan dan kemudahan untuk bersinergi akan sangat membantu Indonesia untuk tumbuh di tengah arus perubahan. Sehingga nantinya Indonesia mampu membuat perubahan, bukan hanya terkena perubahan tanpa bisa ikut serta menciptakan.

Tentunya, penyiapan SDM dari sisi pendidikan perlu dilakukan dengan pembelajaran yang mendorong siswa berpikir kreatif dan inovatif. Menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan kemampuan dalam menjalin hubungan. Keterampilan menggunakan teknologi yang disertai dengan kematangan berpikir.

Selain itu, pemerintah juga perlu terus mengedukasi masyarakat agar tidak gagap teknologi. Menyiapkan sarana akses internet yang baik, dan membantu memfasilitasi setiap kreasi anak bangsa yang berusaha tumbuh..

Dalam berbagai segi Indonesia menjadi pasar yang seksi dan dilirik dunia. Jangan sampai kita hanya menjadi target pasar dunia. Kita harus turut menjadi pelaku perubahan dan menciptakan inovasi-inovasi untuk kemajuan masyarakat.

RIDWAN BUDIYANTO

Trainer dan Motivator, tinggal di Jogjakarta

 

author