Mahasiswa Jatim "Sambut" Jokowi Di Malang

1095 views
Aksi BEM Seluruh Indonesia Jawa Timur (Dok. Muhammad Ainun Taimiyah)

Aksi BEM Seluruh Indonesia Jawa Timur (Dok. Muhammad Ainun Taimiyah)

SURABAYA – Sehubungan dengan agenda kunjungan kerja Presiden RI ke Jawa Timur pada 21-22 Mei 2015, maka BEM Se-Jawa Timur memutuskan untuk memusatkan massa aksinya di tempat kedatangan Presiden di Malang Kamis besok.

Sementara terkait aksi nasional 21 Mei 2015, BEM Se-Jawa Timur akan tetap mengirimkan delegasi untuk bergabung dengan massa aksi di depan Istana Negara. Tuntutan yang akan disampaikan baik di Istana maupun di Malang akan sama.

“Tuntutan kami sama dengan kawan-kawan BEM-SI di Istana Negara nanti. Pertama kami menuntut Presiden untuk mencabut pola mekanisme pasar dalam menentukan harga BBM dan segera mengembalikan subsidi BBM,” ujar Febryan Kiswanto, Presiden BEM Unair saat dikonfirmasi di sekretariat BEM, Surabaya (Rabu, 20/5)

Menurut Febryan, BEM juga menuntut adanya nasionalisasi aset strategis, yaitu Blok Mahakam, dimana BEM Unair dan tentu BEM SI menuntut kepada pemerintah RI dalam hal ini Kementerian ESDM untuk segera memberikan kepastian hitam di atas putih dengan menerbitkan Permen tentang penyerahan blok Mahakam ke Pertamina setelah tahun 2017.

“Sudah hampir 50 tahun blok Mahakam dikuasasi operator asing dan dinikmati oleh asing,” tegas mahasiswa Fakultas Hukum Unair ini.

Sementara terkait PT Freeport Indonesia, mahasiswa meminta pemerintah untuk membatalkan rencana percepatan perpanjangan kontrak Freeport yang harusnya baru bisa dilakukan pada tahun 2019 menjadi tahun  2015.

Ditanya mengenai isu menjelang gonjang-ganjing Aksi Nasional, mulai dari aksi 20 Mei 2015 (hari ini) yang berencana melengserkan Presiden, para pimpinan BEM yang diundang ke istana hingga aksi yang dikabarkan batal. Presiden BEM yang masih baru menjabat ini menyatakan bahwa isu melengserkan Presiden terlalu prematur dan merupakan isu yang kontraproduktif terhadap kontinuitas Gerakan Mahasiswa.

“BEM UNAIR bersama Aliansi BEM Seluruh Indonesia (BEM SI) berpendapat belum saatnya melengserkan Presiden, namun sebagai Gerakan Penekan, mahasiswa harus tegas  agar mengingatkan kepemimpinan Presiden yang belum banyak menunjukkan hasil,” tegas Febryan.

Ia menambahkan, aliansi BEM Seluruh Indonesia telah mengundang Presiden RI dalam Dialog Terbuka di ruang publik agar bertatap muka secara langsung dengan mahasiswa dan rakyat, bukan di ruang tertutup. Namun karena undangan tersebut tidak mendapatkan sambutan sehingga Aksi Nasional di depan Istana Negara tetap dilakukan (bti).

author