Laznas LMI Kembali Raih Opini Wajar Tanpa Pengecualian

71 views

Laznas LMI meraih predikat WTP. (gambar: lmi)

SURABAYA – Hasil audit keuangan tahun 2018 menyatakan Laznas Lembaga Manajemen Infak (LMI) kembali meraih opini Wajar tanpa pengecualian (unqualified opinion). Predikat ini merupakan opini tertinggi dalam bidang audit keuangan, sekaligus menyatakan bahwa laporan keuangan laznas LMI bebas dari salah saji material. Hasil tersebut sesuai dengan standar PSAK Nomor 109 tentang Akuntasi Zakat dan Infak/Sedekah.

“Alhamdulillah, tahun ini Laznas LMI kembali mendapatkan opini WTP (Wajar tanpa Pengecualian). Prestasi ini semakin memotivasi kami untuk bekerja lebih giat, sehingga dapat menebar manfaat lebih luas lagi,” tutur Direktur Utama Laznas LMI Agung Wijayanto dalam keterangan persnya kepada redaksi, Senin (2/6/2019).

Beberapa aspek yang menjadi penilaian dari audit keuangan ini adalah penghimpunan, penyaluran, pendistribusian, dan pelaporan keuangan. Sepanjang tahun 2018 sebanyak 75.608 orang menerima manfaat dari Laznas LMI, dan ditargetkan jumlah tersebut dapat meningkat menjadi 100.000 penerima manfaat di tahun 2019 ini.

Selama tahun 2018 Laznas LMI turut membangun kembali desa-desa yang terdampak bencana alam, setidaknya di Lombok dan Palu. Di Lombok, Laznas LMI mendampingi warga sejak terjadi gempa pertama hingga saat ini terbentuk desa wisata baru di kaki gunung Rinjani. Sementara di Palu, Laznas LMI membangun “Kampung Peradaban”, yaitu kompleks bangunan yang terdiri dari perumahan, masjid, ruko, dan pendopo sebagai upaya terwujudnya generasi Islami. Bukan hanya itu, Laznas LMI juga menyalurkan bantuan kemanusiaan hingga ke Myanmar, Suriah, Palestina, Somalia, dan Uighur di Cina.

“Kami ucapkan terima kasih kepada 98.920 donatur dan para mitra yang telah mempercayakan zakat, infak, sedekah, dan dana kemanusiaannya kepada Laznas LMI. Semoga dengan predikat WTP ini dapat meningkatkan optimisme kita bahwa seluruh masyarakat Indonesia mampu sejahtera dan Laznas LMI mampu berkontribusi untuk dunia,” pungkas Agung.

(sg/bti)

author