Kepala BKPM Undang Investor Tiongkok Terlibat Pembangunan Infrastruktur RI

Kepala BKPM RI, Franky Sibarani saat memaparkan materi di Business Forum, Beijing , RRT. Kamis (14/5). (Foto: dokumen internal BKPM RI)

Kepala BKPM RI, Franky Sibarani saat memaparkan materi di Business Forum, Beijing , RRT. Kamis (14/5). (Foto: dokumen internal KBRI Beijing)

BEIJING – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Franky Sibarani dalam sambutan kuncinya di Business Forum yang dilaksanakan di Beijing tanggal 14 Mei 2015 mengundang pengusaha Tiongkok untuk berinvestasi di sektor infrastruktur di tanah air.

Menurut Kepala BKPM, investasi di sektor infrastruktur sangat diperlukan seiring dengan target percepatan dan perluasan pembangunan pembangkit listrik, infrastraktur pendukung konektivitas, dan pusat ekonomi di Indonesia. Pembangunan sektor ini tidak lepas dari upaya pemerintah RI untuk mengejar target pertumbuhan GDP rata-rata 7% selama lima tahun mendatang.

Di depan pengusaha Tiongkok, Kepala BKPM menjelaskan mengenai bidang-bidang prioritas yang ditawarkan oleh pemerintah RI di antaranya adalah pembangunan 24 pelabuhan laut, 35 GW pembangkit listrik, 15 bandara baru, kawasan ekonomi khusus, dan 4 kawasan perdagangan bebas.

Dalam upaya mendorong masuknya investasi di sektor dimaksud, BKPM melakukan tiga upaya prioritas yaitu memperbaiki proses perizinan, pendampingan kepada investor untuk menyelesaikan hambatan, dan mendorong perbaikan regulasi dan insentif yang lebih menarik. Untuk ini, telah diluncurkan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) di tingkat pusat, provinsi, dan daerah guna memudahkan investor untuk mendapatkan semua jenis perizinan.

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI di Beijing, Soegeng Rahardjo ketika membuka acara ini menggarisbawahi hubungan dan kerjasama yang erat antara RI dan RRT, terutama dalam bidang perdagangan dan investasi.

” RRT merupakan mitra dagang terbesar Indonesia dan salah satu negara asal investasi utama di Indonesia,” tegas Soegeng di depan 100 lebih pengusaha Negeri Tirai Bambu.

Acara ini juga dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Ganjar memaparkan potensi dan peluang investasi di Jawa Tengah. Dalam hal ini disampaikan bahwa Jawa Tengah merupakan provinsi yang memiliki keunggulan strategis.

“Jawa Tengah adalah lokasi investasi strategis karena didukung oleh beberapa pelabuhan, jalur kereta, dan jalur darat dan sumber daya alam serta tenaga kerja terampil,” ujar politikus PDIP tersebut.

Ganjar juga menambahkan bahwa Tiongkok saat ini bukan merupakan salah satu dari empat besar negara investor utama di provinsi yang dipimpinnya itu. Diharapkan dalam waktu mendatang, Tiongkok dapat masuk dalam daftar tersebut melalui keterlibatannya dalam beberapa proyek pembangunan yang ditawarkan seperti pembangunan industri pengolahan, pembangkit listrik, dan kawasan industri serta pelabuhan.

Business Forum ini terselenggara atas kerjasama antara BKPM, KBRI Beijing, dan Bank of China guna mempromosikan peluang investasi di tanah air serta proyek-proyek prioritas utamanya di sektor infrastruktur. Dalam kegiatan ini juga dilakukan one-on-one meeting untuk membahas lebih lengkap tentang proyek-proyek yang ditawarkan. Business Forum ini juga dihadiri oleh AKR Corporindo TBK yang memaparkan proyek Java Integrated Industrial and Ports Estate. Pengusaha Tiongkok yang hadir terlihat antusias terhadap proyek-proyek yang ditawarkan dan berkomitmen untuk melakukan kunjungan ke Indonesia guna melihat secara langsung potensi proyek tersebut. (SR/BTI)

author