Jurnalis Ajak Warga Lawan Berita Hoax

398 views

Sejumlah massa dan wartawan melakukan aksi menolak berita hoax, di kawasan Car Free Day, Jakarta Pusat, pada Minggu (11/3/2018).

JAKARTA – Maraknya hoax di media sosial akhir-akhir ini membuat aliansi masyarakat yang menamakan dirinya sebagai Gerakan Nasional Anti Pemberitaan Hoax (GN APA) dan Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) mendeklarasikan gerakan anti hoax di kawasan Patung Selamat Datang Jalan Jenderal Sudirman, dia acara ‘car free day (CFD), Jakarta Pusat, hari Minggu (11/3/2018).

Deklarasi ini ditandai penandatanganan petisi gerakan anti hoax pada sebuah kain putih panjang yang dibentangkan di jalanan.

“Ayo Bapak Ibu, mari dukung gerakan pemberitaan anti hoax, lawan hari ini kita lawan,” seru seorang orator  melalui pengeras suara.

Tampak para peserta deklarasi mengenakan kaos bertuliskan ‘Stop Being Hoax’ dan memegang banner ‘Sebarkan Berita Hoax = anti NKRI’.

Menurut Juru bicara GN-APA, Natsir Alwalid menjelaskan bahwa deklarasi ini dilakukan untuk mendesak pemerintah agar melakukan tindakan hukum setegas-tegasnya kepada pihak atau pun kelompok yang memproduksi dan menyebarkan berita hoax yang mengandung ujaran kebencian, kebohongan dan penghasutan.

“Jika hal ini tak segera dilakukan akan menimbulkan benturan di masyarakat. ini bahaya banget liat aja sekarang ini berapa banyak itu berita bohong di medsos, kalau gak ditindak tegas, bisa benturan masyarakat, resikonya kesatuan NKRI,” sebut Nasir.

Deklarasi ini pun melibatkan para insan media, karena menurut Natsir wartawan memiliki posisi strategis untuk menangkal berita hoax.

“Untuk menghadapi hoax gak akan bisa kita, tanpa ngajak kawan-kawan wartawan, soalnya mereka ujung tombak mas,” beber Nasir.

Selain mendeklarasikan pandangannya mengenai anti hoax, aksi ini juga melakukan pengumpulan tanda tangan pengunjung yang datang ke CFD, di kain putih sepanjang 20 meter, sebagai bentuk dukungan masyarakat untuk melawan hoax.

Lanjut Natsir, dirinya dan kawan-kawannya turun untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap negara dan bentuk kekhawatiran terhadap potensi pecah belah yang dapat terjadidi pemberitaan hoax.

Ia menyampaikan bahwa pihaknya akan bekerja dari bawah untuk mengedukasi masyarakat agar apat membedakan mana informasi yang benar dan hoax. 

“Kesadaran kami dari masyarakat sebagai anak bangsa bahwa kami perlu terlibat untuk  memberikan edukasi terhadap masyarakat karena memang masyarakat memang harus hati-hati terhadap pemberitaan hoax tersebut. Jadi tidak cepat mengambil berita-berita itu harus diedukasi harus dikaji benar-benar ditelaah itu benar apa tidak,” tukasnya.

“Aksi ini kami maksudkan sebagai edukasi kepada masyarakat bahwa kita harus menolak unsur-unsur pemberitaan yang berbau atau mengarah pada fitnah (hoax). Hoax sekali lagi sangat berbahaya untuk keberlangsungan kehidupan kita berbangsa dan bernegara,” pungkas Nasir.

(ar/bti)

author