Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi Akan Tak Berarti Jika Inflasi Tinggi

Presiden RI, Joko Widodo

Presiden RI, Joko Widodo

JAKARTA – Hari ini (27/5), pemerintah menggelar rapat koordinasi nasional VI Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bertempat di Hotel Sahid, Jakarta. Rapat yang diikuti seluruh kepala daerah provinsi dan kabupaten/kota inu dipimpin langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden memberikan arahan kepada kepala daerah agar terus memperhatikan laju inflasi di daerahnya. Menurut Joko Widodo segala pertumbuhan ekonomi menjadi tidak berarti apabila angka inflasinya tinggi.

Ini berarti, setiap daerah harus mampu mengkondisikan faktor-faktor penyebab inflasi tetap terkendali. Sehingga antara pertumbuhan dan inflasi seimbang dan berkesinambungan. Jika hal ini terpenuhi, maka daerah sebagai penunjang angka inflasi dan pertumbuhan Indonesia sangat berperan aktif.

“Saya ingatkan pertumbuhan ekonomi penting, tapi laju inflasi juga penting. Percuma bila pertumbuhan ekonomi misalnya nilainya 5 tapi inflasinya 3 maka tak ada artinya. Masyarakat nanti akan menikmati perbedaan antara inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Target inflasi nasional pada tahun ini adalah 4 + 1 dan 4 – 1,” ujar mantan Walikota Solo tersebut di depan seluruh kepala daerah.

Pemerintah Indonesia, saat ini tengah fokus membangun infrastruktur guna menstabilkan harga-harga kebutuhan pokok. Dengan stabilnya harga kebutuhan pokok niscaya laju inflasi akan terkendali.

“Pemerintah kini sedang fokus pada pembangunan infrastruktur. Dengan infrastruktur inilah nantinya akan bisa ditekan harga-harga sehingga inflasi dapat dikendalikan,” lanjut Presiden Joko Widodo.

Pada kesempatan ini, Presiden juga memberikan penghargaan kepada para provinsi dan abupaten/kota yang dinilai sukses mengendalikan inflasi di daerahnya sepanjang 2014. Beberapa diantaranya adalah Provinsi Sumatera Utara, Jawa Timur, dan Jember. (msa/bti)

author