Jokowi: Kok Sepi Ini Pilkada?

36
Presiden RI, Joko Widodo Saat Memekikkan Kata Merdeka Saat Pelantikan Dirinya Oktober 2014 lalu. (Foto: Tempo.co)
Presiden RI, Joko Widodo Saat Memekikkan Kata Merdeka Saat Pelantikan Dirinya Oktober 2014 lalu. (Foto: Tempo.co)

JAKARTA – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak pada 9 Desember 2015 semakin dekat. Biasanya, proses pesta demokrasi memang kerap diwarnai beragam baliho passangan calon peserta Pilkada di pinggiran jalan. Namun, Presiden RI, Joko Widodo melihat tak ada hiruk pikuk semacam itu menjelang Pilkada Serentak.

Hal ini diungkapkan Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo usai memimpin upacara pagi di kantornya, Senin (2/11). “Kemarin Presiden sering tanyakan kepada saya kok sepi-sepi ya Pilkada ini,” ujarnya.

Politikus PDIP non-aktif itu kemudian menjelaskan bahwa dalam proses kali ini, dana kampanye Pilkada berasal dari satu pintu, yakni pemerintah. Sehingga, wajar jika ‘kontes kecantikan’ para paslon dibatasi. Namun demikian, Tjahjo berharap hal tersebut tak mengurangi semangat berbagai pihak menyambut Pilkada.

“Mudah-mudahan ini dikurangi tidak kurangi semangat pemillih untuk gunakan hak pilih,” imbuhnya.

Tjahjo sendiri dari awal sudah mengamati konstelasi gerak politik dan mekanisme tahapan Pilkada serentak 2015. Menurutnya, ada hal-hal yang haarus dibenahi untuk lebih maju ke depan. Tim Kemendagri juga diakuinya telah menyusun atau menginventarisasi poin-poin penting dalam tahapan Pilkada.

Misalnya saja, keadaan politik nasional yang sempat terlibat dualisme di sejumlaah partai politik. Menurut Tjahjo, hal tersebut tak menjadi masalah berarti. Pasalnya, tahapan pesta demokrasi di 269 daerah masih terpantau lancar.

“Tahun depan kami sudah inventarisir persiapan revisi UU Pilkada, untuk parpol dan pemilu. Toh kemarin munculnya dualisme tak jadi hal bermasalah. Tahun depan fokus revisi,” pungkas Tjahjo.

(msa/bti)