Jalur Pantura Macet Total, IPW Kritik Keras Kinerja Korlantas Polri

ilustrasi

ilustrasi

JAKARTA – Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S. Pane mengapresiasi sistem pengamanan malam Natal yang dilakukan Polri di seluruh Indonesia. Karenanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat terjaga dengan kondusif. Namun, pihak IPW menilai POlri kebobolan dalam mengantisipasi situasi arus lalu lintas, sehingga kemacetan parah terjadi selama tiga hari terakhir di jalur Pantura Jawa.

“IPW menyesalkan kecerobohan jajaran Korlantas Polri, terutama dalam mengantisipasi kemacetan parah di musim liburan Natal dan Tahun Baru ini. Untuk itu Kapolri perlu mengevaluasi Koorlantas Polri agar kasus serupa tidak terulang,” ujar Neta S Pane di Jakarta, Jumat (25/12).

Menurut Neta, kecerobohan jajaran Korlantas Polri terlihat dari tidak adanya persiapan dalam menghadapi dan mengantisipasi situasi lalulintas menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru. Berbeda dengan jajaran Bareskrim dan Densus 88 Anti Teror yang melakukan antisipasi secara ketat serta melakukan berbagai penggerebekan ke kantong-kantong radikalisme, sehingga gerakan aksi-aksi teror bisa diantisipasi. “Terbukti pelaksanaan malam Natal 2015 berjalan aman,” imbuhnya.

Neta menambahkan akibat kecerobohan jajaran Korlantas Polri itu maka kemacetan parah “menyergap” jalur Pantura Pulau Jawa. Mulai dari Pelabuhan Merak, Jalan Tol Merak menuju Jakarta, Jalan Tol Dalam Kota Jakarta, Jalan Tol Cikampek hingga Jalan Tol Cipali macet total sejak 23 Desember malam hingga 25 Desember pagi.

Tanda-tanda akan terjadinya kemacetan parah sebenarnya sudah terlihat sejak 23 Desember malam. Saat itu pintu keluar Jakarta ke arah Timur sudah sangat padat dan tak terkendali. Jalan Tol Dalam Kota Jakarta, Jalan Tol Cikampek, Jalan Kalimalang, Jalan Casablanca, Jl Arteri Kalender, Jl Raya Pulogadung sudah padat dan macet parah.

“Tapi ironisnya, tak satu pun polisi lalu lintas terlihat di jalanan. Hingga pukul 00.30 tanggal 24 Desember, tak terlihat polisi di jalanan. Polisi baru terlihat pada 24 Desember pagi ketika situasi lalu lintas Pantura makin tak terkendali,” sesalnya.

Berdasarkan pantauan, Kakorlantas Polri Irjen Condro Kirono pun baru melakukan patroli udara pada 24 Desember siang. Akibatnya situasi lalulintas Pantura sudah kacau balau. Kecerobohan Koorlantas Polri ini sangat disayangkan oleh pihak IPW.

“Padahal saat Lebaran 2015, jajaran Korlantas bekerja cermat dalam mengantisipasi arus mudik. Jadi, walaupun lalu lintas sangat padat, pagar betis yang dilakukan Polri tetap bisa mengurai kemacetan mudik Lebaran. Tidak seperti di liburan Natal, situasi lalulintas tidak terkendali dan polisi terlambat tiba di jalanan. Akibatnya titik titik rawan kemacetan “mengunci” dan pengguna jalan terjebak puluhan jam di jalan tol,” papar Neta.

Untuk itu, pihak IPW mendesak Kapolri segera mengevaluasi jajaran Korlantas Polri agar ada keseimbangan kinerja di Polri dalam menghadapi even-even penting, seperti Natal dan Tahun Baru.

“Di satu sisi Bareskrim dan Densus 88 sudah bekerja maksimal mengantisipasi teroris, seharusnya jajaran Korlantas juga mampu mengantisipasi kemacetan lalu lintas agar jalan tol tidak menjadi arena “parkir nasional” atau parade kemacetan nasional,” pungkasnya.

(nsp/bti)

author