ISRI: Investasi Seharusnya Dibawah Kemenko Perekonomian

Wabendum Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia (ISRI) Koencara saat ditemui tim cakrawarta di salah satu tempat di Jakarta, Kamis (14/11/2019). 

 

JAKARTA – Kabinet Presiden Joko Widodo jilid II telah diumumkan menandakan pemerintahan baru siap bekerja, namun ada yang menarik dalam susunan nomenklatur Kementerian Koordinator (Kemenko) yang baru. Kabinet dengan nama Indonesia Maju ini melahirkan penggabungan antara kemaritimanan dan investasi.

Menurut Wakil Bendahara Umum (Wabendum) Ikatan Sarjana Rakyat Indonesia, “Harusnya investasi dibawah koordinasi Kemenko Perekonomian. Hal ini dikarenakan investasi berkaitan erat dengan target pertumbuhan ekonomi yang ingin dicapai pemerintah,” ujarnya kepada cakrawarta.com, Kamis (14/11/2019).

Menurutnya, investasi memerlukan dukungan penuh dari kebijakan di sektor ekonomi dan ini semua dibawah koordinasi Kemenko Perekonomian.

“Target ekonomi yang ingin dicapai kan tidak lepas dari seberapa besar investasi untuk merangsang pertumbuhan ekonomi sektor riil,” ujar pria yang juga sedang menggeluti ilmu ekonomi pertahanan ini. Karena hubungan investasi dan ekonomi sangat erat, keduanya membutuhkan sinergisitas kebijakan yang intensif dan saling berkaitan.

Jika arus investasi tumbuh, maka akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Kebijakan ekonomi yang efektif dan efisien akan mempercepat laju pertumbuhan ekonomi dan investasi sebagai motor pendukung. Maka dari itu lebih tepat jika urusan investasi dibawah Kemenko Perekonomian

Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kisaran 5,1-5,5% pada tahun 2020. Angka ini akan mulus tercapai jika banyak kebijakan lebih efisien dan efektif. Investasi sejalan garis lurus dengan kepentingan kebijakan ekonomi sehingga investasi Indonesia akan lebih bergairah.

Meskipun sudah terlanjur investasi di bawah Kemenko Maritim, menurut Koencoro, harapannya akan tetap bisa lebih sinergi dengan target ekonomi yang akan dikejar.

“Mungkin pemerintah kali ini ingin investasi akan lebih fokus dilingkup maritim yang selama ini masih sangat luas ruangnya. Dan cita-cita sebagai negara yang unggul di sektor maritim akan terwujud,” tandasnya mengakhiri keterangannya.

(bm/bti)

author