ISMI Bali: Sektor Pariwisata Pulau Dewata Sumbang 28% Ekonomi Nasional

26
Ketua Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Provinsi Bali, Drs. H. Masrur Makmur (paling kiri) seusai menemani Stafsus Wakil Presiden RI, Arief Rahman membuka secara resmi Silaturahim Bisnis (Silabis) ke-11 ISMI di Ballroom Hotel Melia, Nusa Dua Bali, Jumat (20/11/2020) malam. (foto: yusran paris)

 

NUSA DUA – Pembukaan Silaturahim Bisnis (Silabis) ke-11 Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) berlangsung di Ballroom Hotel Melia, Nusa Dua, pkl 19.30 WIB secara meriah. Acara dibuka secara resmi oleh Staf Khusus Wakil Presiden RI, Arief Rahman dengan memukul gong.

Pada acara ini, Ketua Umum MPP ISMI Dr. Ing. Ilham Habibie menyatakan dalam sambutannya bahwa tema #TravelMove yang diusung panitia mendapatkan pergerakan kembali  perekonomian Indonesia di era new normal menuju kebangkitan khususnya di sektor pariwisata meliputi travelling, kuliner, bisnis restoran dan turisme perhotelan.

“Setidaknya ada 5 tujuan dari Silabis ke-11 ini. Pertama, silaturahim antar pengurus ISMI se-Indonesia agar makin akrab, mesra dan solid dalam memperjuangkan ekonomi. Kedua, dalam rangka partisipasi aktif untuk menggerakkan ekonomi Indonesia khususnya bisnis travelling yang indah di Bali dalam bingkai NKRI tanpa sekat suku dan agama. Ketiga, sinergi dan kolaborasi antar pelaku ekonomi agar makin berdaya saing tinggi ke depannya dan terakhir, sebagai wujud optimasi seluruh potensi bisnis umat di Indonesia termasuk yang ada di Bali,” ujar putra mendiang Presiden RI ke-3 BJ Habibie tersebut.

Sementara itu, dalam sambutan pembukaannya, Ketua ISMI Bali, Drs. H. Masrur Makmur menyatakan bahwa Bali memiliki peranan penting dalam upaya memperbaiki kondisi perekonomian nasional Indonesia.

“Bali memiliki kontribusi mencapai 28% terhadap perekonomian nasional. Karena itu mengapa Bali? Dengan kebangkitan sektor pariwisata Bali, maka akan menjadi motor penggerak yang memiliki multiplier effect terhadap provinsi atau daerah lain di Indonesia. Karena itu para peserta besok di Bedugul bisa menikmati alam indah Bali melalui konsep business track dan melihat potensi atau peluang investasi yang ada di sana,” tegas Masrur.

(bus/bti)