Inovasi Mahasiswa FST UNAIR Raih 6 Medali di Thailand

146 views

Delegasi mahasiswa Unair berpose dengan sertifikat penghargaan yang telah mereka raih dalam iMIT SIC 2019 yang diselenggarakan di Princess of Naradhiwas University, Thailand, pada 16 – 18 Juni 2019. (Foto: PIH Unair)

 

SURABAYA – Sebanyak enam mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil merebut enam medali dalam acara international Malaysia-Indonesia-Thailand on Symposium Innovative & Creativity 2019 (iMIT SIC 2019). Kompetisi berbasis teknologi skala internasional itu berlangsung di Princess of Naradhiwas University, Thailand, pada 16 – 18 Juni 2019.

Di negara Gajah Putih itu, delegasi UNAIR berhasil merebut enam medali sekaligus. Satu medali emas, empat medali perak, dan satu medali perunggu.

Adapun enam mahasiswa itu adalah Affandy Fahrizain dengan inovasi berjudul Agri Tech: Agriculture Marketing for Millenial Farmers in Indonesia Based on Android yang mendapatkan medali perak. Bidayatul Mas’ulah dengan inovasi berjudul Go-Clever (Cleaning River) Application Based on Expert System (ES) as A Determination of The River Water Quality Using Visual Basic 6.0 yang memperoleh medali perak.

Sementara itu, Difa Fanani Ismayanto dengan inovasi berjudul Medical Device Innovation by Integrating Electrocardiograph, Expert System, and Visual Analogue Scale for The Detection of Acute Myocardial Infraction mendapat medali emas. Zilvana Nurul Izza dengan inovasi berjudul Utilization of Turmeric as an Alternative Cancer Prevention through Kuper Candy (Kunyit Penghilang Resahmu) yang mendapat medali perunggu.

Muhammad Fajar Faliasthiunus Pradipta dengan inovasi berjudul EYE-SEER (Eco-Friendly Speedbump Energy Resource yang mendapat medali perak. Dan Muhamad Rizaldi B. Nuryasin dengan inovasi berjudul (SATE) Smart Magnetic Fishing Boat: Innovation Fishing boats efficients, low-cost, and environmentally friendly yang mendapat medali perak.

Terkait prestasi itu, Wakil Dekan I bidang kemahasiswaan FST UNAIR Dr. Hartati Dra., M.Si. mengatakan bahwa event ini menjadi yang pertama diikuti oleh FST UNAIR. Meski perdana mengikuti, sebanyak 6 delegasi yang diberangkatkan semua meraih medali.

Tahun 2019 ini, acara iMIT SIC adalah yang ketiga diadakan. Sebelum berangkat ke mengikuti kompetisi ke Thailand, lanjut Hartati, mahasiswa terlebih dahulu diseleksi oleh fakultas. Kemudian, enam mahasiswa berhasil lolos seleksi dan didampingi oleh dosen FST UNAIR yang juga Ketua Program Studi Sistim Informasi Dr. Rimulyo Hendardi.

“Seleksi terbuka ditawarkan bagi mahasiswa yang pernah mengikuti PIMNAS 2018 dan beberapa mahasiswa dari masing-masing prodi S1 yang memiliki PKM yang didanai dari Dikti. Atau, memiliki penelitian yang bagus untuk mengikuti kegiatan tingkat internasional,” terang Hartati.

Programi ini melibatkan kegiatan dari berbagai bidang ilmu. Antara lain science, technology and engineering; social science and humanities; serta business and management.

“Kami berharap untuk ke depan UNAIR bergabung menjadi partner. Kami juga akan menyampaikan ke Dirmawa untuk rencana kelanjutannya,” terangnya.

(rimulyo/bti)

author