Inilah Klarifikasi Pihak Lion Group Terkait Insiden Batik Air

38
Kondisi sayap pesawat Batik Air setelah insiden tabrakan dengan pesawat Trans Nusa. Tampak sayap pesawat patah. (Foto: istimewa)
Kondisi sayap pesawat Batik Air setelah insiden tabrakan dengan pesawat Trans Nusa. Tampak sayap pesawat patah. (Foto: istimewa)

JAKARTA – Senin (4/4/2016) sekitar pukul 20.10 WIB terjadi peristiwa tabrakan pesawat maskapai Batik Air dengan pesawat maskapai Trans Nusa di landasan pacu atau runway Bandara Halim Perdana Kusuma. Akibatnya, sayap pesawat Batik Air patah dan terbakar.

Menanggapi kejadian tersebut, Lion Air Group melalui Public Relations Manager, Andy M. Saladin menjelaskan bahwa pesawat Batik Air dengan rute Halim Perdanakusuma-Ujung Pandang dengan registrasi PK-LBS dan nomor penerbangan ID 7703 sudah di-release untuk take off oleh menara pengawas (ATC). Namun, sewaktu melakukan proses take off bersenggolan dengan pesawat Trans Nusa yang saat itu sedang ditarik oleh traktor (dalam proses pemindahan).

“Karena kejadian itu maka Pilot in Command memutuskan untuk membatalkan take off (aborted take off) untuk memastikan keselamatan penumpang,” ujar Andy dalam keterangan persnya kepada awak media, Senin (4/4/2016) beberapa saat setelah insiden terjadi.

Pesawat dengan nomor penerbangan ID 7703 itu sendiri membawa 49 penumpang dan 7 crew dan dipastikan semua penumpang dan crew dalam keadaan selamat dan akan diterbangkan menggunakan pesawat pengganti dengan registrasi yang lain.

Sementara terkait penyebab insiden tersebut pihak Lion Air Group memilih menunggu keterangan resmi dari lembaga yang berwenang menangani.

“Terkait dengan apa yang terjadi, kita akan menunggu hasil penyelidikan dari lembaga yang berwenang”, ujar Edward Sirait, Presiden Direktur Lion Air Group.

(msa/bti)