Guru Besar Unair Ditemukan Meninggal Dunia di ITS

12115 views
Pengumuman resmi di FKH Unair mengenai tewasnya Prof. Laba Mahaputra yang sempat heboh diisukan meninggal dunia akibat bunuh diri.

Pengumuman resmi di FKH Unair mengenai tewasnya Prof. Laba Mahaputra yang sempat heboh diisukan meninggal dunia akibat bunuh diri.

SURABAYA – Universitas Airlangga (Unair) kembali berduka. Salah seorang guru besarnya, Prof. Dr. Ngakan Ketut Laba Mahaputra, M.Sc.,drh. ditemukan meninggal dunia di sekitar kampus Institut Sepuluh November Surabaya (ITS) pada Kamis (24/9) sekitar pukul 17.30 WIB.

Sempat diisukan meninggal akibat bunuh diri, ternyata penyebabnya adalah penyakit lama yang dideritanya. Demikian dijelaskan oleh Direktur Pendidikan Unair, Prof. Dr. Ni Nyoman Tri Puspaningsih, Dra., M.Si., yang meneruskan info dari Rektor Unair, Prof. Dr. Moh. Nasih, SE., MT., Ak., CMA.

“Mohon izin saya menyalin info dari Pak Rektor Unair, “Bapak ibu ysh. Beliau sudah lama menderita penyakit infeksi kronis larva strongylus. Waktu olahraga di ITS beliau terjatuh dan meninggal. Demikian untuk menjadikan maklum. Jadi tidak benar beliau bunuh diri. Polisi sudah memeriksa tidak ada bekas tapak kaki di lantai-lantai MIPA Tower,” ujar Nyoman dalam keterangan tertulisnya kepada Cakrawarta, Kamis (24/9) malam.

Sementara itu, kolega almarhum, Prof. Dr. Imam Mustofa, drh., M.Kes menyatakan hal senada mengenai tewasnya salah satu guru besar terbaik Unair itu.

“Innalillahi wa inna ilaihi roji’un, telah wafat Prof. Laba Mahaputra sore tadi pkl.17.30 jatuh di ITS. Beliau terinfeksi larva strongilus sp yang metastasisnya bisa sampai ke otak. Nampaknya beliau anfal ketika jalan-jalan sore (seperti kebiasaan beliau selama ini), kepala terbentur benda keras sbg penyebab wafatnya. Mohon doa Bp/Ibu/TS semua,” demikian keterangan tertulis dari mantan Direktur Kemahasiswaan Unair itu.

Menurut informasi resmi dari pihak Unair, hari ini jenazah ahli kuda di Indonesia itu akan dimakamkan di TPU Keputih, Surabaya dan akan diberangkatkan pukul 07.30 WIB dari rumah duka.

(af/bti)

author