Era Pandemi Covid-19, Masjid Diharapkan Lebih ROMANTIS

60
Webinar Internasiona tentang manajemen masjid pertama di Indonesia yang diselenggarakan STIDKI Ar-Rahmah Surabaya, Sabtu (5/9/2020) webinar ini akan diselenggarakan dalam 5 seri. 

SURABAYA – Di tengah pandemi Covid-19 yang belum juga usai, kampus pencetak imam dan manajer masjid hafidz Al Qur’an, STIDKI Ar-Rahmah Surabaya, terus berupaya membangun optimisme di tengah-tengah ummat. Kali ini, kampus spesialis manajemen masjid ini menghelat Seminar Internasional Manajemen Masjid Pertama di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, seminar kemasjidan tebesar ini terdiri dari lima seri seminar online yang diselenggarakan setiap hari Sabtu, mulai 5 September hingga 4 Oktober 2020 mendatang. Acara ini diselenggarakan oleh mahasiswa STIDKI Ar Rahmah Surabaya semester 7 yang sedang menjalankan program KKD (Kuliah Kerja Dakwah) secara daring.

“Insyaallah event ini merupakan Seminar Internasional Kemasjidan pertama di Indoenesia. Kami ingin ummat ini lebih optimis bangkit dari Covid dengan semangat memakmurkan masjid”, ujar Rahmat Alfian, Ketua Pelaksana seminar.

Setiap seri dari seminar internasional ini mengangat tema-tema yang fundamental dan aktual dalam pengelolaan masjid. Seri pertama bertemakan Inovasi Pengelolaan Masjid di Era Digital dilanjutkan sengan tema Strategi Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Jamaah apada seri kedua dan tema Peran Masjid dalam Pemberdayaan Ekonomi. Dua seri yang terakhir bertemakan Masjid sebagai Pusat Pendidikan Ummat dan Potret Masjid Mandiri dan Berdaya. Rangkaian lima seri seminar kemasjidan ini melibatkan 13 pembicara ahli sesuai bahasan masing-masing, dari kalangan akademisi dan praktisi masjid, berasal dari Amerika Serikat, Mesir, Malayasia, dan Inndonesia. Pada seri pertama yang telah diselenggarakan pada Sabtu (5/9/2020), Ustadz Rendy Saputra, KH. Luqmanul Hakim, SE., MM, dan Dr. Muhammad Al-Husaini Faraj, MA dari Mesir menginspirasi hampir 500 peserta yang hadir tentang Inovasi Manajemen Masjid. Dalam salah satu pesannya, Kiyai Luqmanul Hakim yang sukses mengelola Masjid Kapal Munzalan Pontianak ini, berpesan agar masjid-masjid di Indonesia harus lebih ROMANTIS. Para peserta terlihat berpikir dan penasaran apa maksudnya. Ternyata, ROMANTIS ini memiliki kepanjangan Ramah Orang Muda, Ramah Musafir, Ramah Anak-anak, Ramah Tamu, dan Ramah Masyarakat Sekitar.

“Sudah saatnya kita buat masjid kita friendly untuk anak muda, ramah dan tidak menakutkan bagi anak-anak. Yang lapar datang ke masjid jadi kenyang. Yang gak punya pulsa pun datang ke masjid kita isikan pulsa”, urai beliau.

Ketua STIDKI Ar-Rahmah, Dr. Shobikhul Qisom, M.Pd. berharap seminar internasional manajemen masjid ini menjadi bentuk konribusi dan pengabdian kepada masyarakat dari STIDKI Ar Rahmah, utamanya dalam peningkatan pengelolaan masjid.

“Karena di kampus ini juga kami mencetak para manajer masjid profesional yang hafal Al Qur’an 30 juz dengan beasiswa 100%”, jelas beliau dalam sambutannya.

Bagi kaum muslimin dan muslimat yang ingin mengikuti seminar internasional ini, pendaftaran untuk seri kedua dapat melalui http://bit.ly/WebinarKemasjidanSeri2.

(faiz/bti)