DPR Habiskan Rp 106,6 Miliar Untuk Jasa Keamanan, CBA: Boros dan Rugikan Negara!

ilustrasi. (foto: istimewa)

 

JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dalam 4 tahun mulai 2014-2017 telah menghabiskan uang negara sebesar Rp 106,6 miliar untuk jasa tenaga keamanan kantor mereka di Senayan. Anggaran ratusan miliar tersebut rasanya terlalu besar dan mubazir. Demikian disampaikan oleh  Koordinator Investigasi Center for Budget Analysis (CBA) Jajang Nurjaman kepada redaksi cakrawarta.com, Senin (26/11/2018) pagi.

“Boros dan mubazir dana sebesar itu kalau hanya untuk keamanan kelompok pejabat paling malas ini. Lihat saja kinerja legislasi mereka, baru 80 RUU yang dibuat dari target 183,” ujar Jajang Nurjaman.

Menurut Jajang, besaran anggaran tenaga keamanan di DPR RI setiap tahunnya selalu mengalami kenaikan yang tidak wajar. Dirinya mencontohkan untuk tahun anggaran 2014 saja, pengadaan yang dijalankan oleh PT. Gaia Prima Proteksindo, anggarannya mencapai Rp 15.824.511.529,-. Pada 2015 mengalami kenaikan hampir Rp 1 miliar, yakni sebesar Rp 16.691.494.022,- dengan perusahaan berbeda yakni PT Kartika Cipta Indonesia.

“Pada 2016 malah naik dua kali lipat lebih menjadi Rp 33.744.106.200 dengan perusahaan berbeda yaitu PT. Romindosada Globalindo bahkan untuk 2017 naik lagi menjadi Rp 40.420.603.000,- dengan perusahaan berbeda lagi yaitu PT. Jatayu Alih daya Bagadata. Bener-bener boros dan mubazir kan?” tanyanya retoris.

Selain kenaikan tidak wajar setiap tahunnya, Jajang menjelaskan bahwa pihaknya menemukan adanya potensi kerugian negara sebesar Rp 5,8 miliar. Ia menjelaskan misal pada pengadaan tenaga keamanan di tahun 2017 dengan alokasi anggaran sebesar Rp 40,4 miliar dinilai terlalu besar.

“Karenanya kami mendorong KPK membuka penyelidikan terhadap proyek jasa tenaga keamanan yang dijalankan Setjen DPR RI dari tahun 2014 sampai 2017,” tandasnya menutup pernyataannya.

(bm/bti)

author