Diduga Ada Praktek Kartel, YLKI Desak Usut Melonjaknya Harga Cabai

39
ilustrasi. (foto: istimewa)
ilustrasi. (foto: istimewa)

JAKARTA – Memasuki tahun baru hingga hari ini, harga komoditi beruapa cabai rawit terus melonjak hingga terasa “mencekik leher” konsumen. Gambaran tersebut tidak berlebihan karena ada kenaikan yang mencapai hingga Rp 150.000 per kg dan bahkan ada yang lebih dari angka tersebut. Demikian dijelaskan oleh Ketua Pengurus Harian YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) Tulus Abadi kepada awak media.

“Ini jelas fenomena yang tidak rasional. Bukan lagi masalah cuaca dan atau gagal panen semata,” ujar Tulus Abadi, Rabu (11/1/2017) malam.

Menurut Tulus, fenomena ini diduga kuat karena ada pihak-pihak tertentu yang mendistorsi pasar terutama di jalur distribusi.

“Entah dengan cara penimbunan dan atau kartel oleh pedagang besar, distributor,” paparnya dengan serius.

Karenanya, pihak YLKI meminta Pemerintah tak menyerah pada situasi seperti ini, apalagi hanya menjadikan cuaca sebagai dalih kenaikan tak wajar tersebut. Tulus mendesak Pemerintah dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melakukan sesuatu dan menemukan adanya indikasi tindak pidana di sektor ini.

“Seharusnya pemerintah dan KPPU bisa melakukan pengusutan dan penyidikan yang mengarah adanya tindak pidana ekonomi. Pemerintah tak boleh membiarkan fenomena ini tanpa tindakan berarti dan menyerah pada pasar,” pungkasnya.

(bm/bti)