Dari Bogor Jokowi Tepis Sejumlah Fitnah Atas Dirinya

343 views

Presiden Joko Widodo berfoto bersama (wefie) dengan peserta Konvensi Nasional Galang Kemajuan Tahun 2018, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (7/4/2018). 

 

BOGOR – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyayangkan sejumlah pandangan negatif yang dituduhkan kepadanya belakangan ini. Baginya, hal tersebut tak lain merupakan upaya untuk melemahkan soliditas bangsa Indonesia.

Saat berbicara dalam acara Konvensi Nasional Galang Kemajuan Tahun 2018, di Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (7/4/2018), Jokowi menegaskan bahwa tuduhan-tuduhan itu sama sekali tidak berdasar.

“Banyak yang ingin melemahkan bangsa kita dengan cara-cara yang tidak beradab. Ngomongin isu antek asing, tuding-tuding ke saya. Jokowi itu antek asing,” ujarnya.

Jokowi juga sering kali dituduhkan sebagai seorang anggota PKI yang berhaluan komunis. Faktanya, saat PKI dibubarkan tahun 1965, Jokowi sendiri masih berusia empat tahun.

“Ada gambar di medsos seperti ini. Ini waktu D.N. Aidit pidato tahun 1955. Saya belum lahir sudah (disebut) jejer sama D.N. Aidit. Ini isu apa-apaan. Tidak beradab seperti itu,” tuturnya sambil menunjukkan gambar dimaksud.

Tak sampai di situ, pembangunan infrastruktur yang menjadi program utama pemerintahan Jokowi-JK juga menjadi sasaran tuduhan.

Padahal, sudah jelas bahwa program tersebut dimaksudkan tidak lain hanya untuk membangun bangsa Indonesia agar mampu bersaing. Tak ada kepentingan lain.

“Kita mengerti bahwa membangun itu memang terkadang ada yang salah atau khilaf. Itu yang kita benahi. Kita ini manusia biasa yang penuh dengan kesalahan dan kekurangan,” sambung mantan walikota Solo itu.

Selain itu, belakangan, muncul pihak tertentu yang melakukan provokasi terhadap isu jumlah utang negara kita. Bahkan, ada beberapa yang sampai menuliskan bahwa utang Indonesia kini mencapai Rp4.000 triliun tanpa rincian yang memadai.

Isu-isu seperti itu seolah menjadikan pemerintahan Jokowi-JK gemar berutang kepada asing. Faktanya, saat Jokowi-JK dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden pada 2014 silam, Indonesia telah memiliki utang sebesar Rp2.700 triliun.

“Saya dilantik utangnya (Indonesia) sudah Rp2.700 triliun. Saya bicara apa adanya. Bunganya setiap tahun Rp250 triliun. Kalau empat tahun sudah tambah Rp1.000 triliun. Mengerti gak ini? Supaya mengerti, jangan dipikir saya utang sebesar itu,” ujarnya merinci.

Meski demikian, Jokowi mengaku tak ambil pusing dengan itu semua. Baginya, yang terpenting saat ini ialah tetap bekerja untuk kepentingan bangsa dan negara.

“Sekarang ini masyarakat juga makin matang, makin dewasa. Semakin mengerti mana yang isu, fitnah, hoaks, kabar bohong. Sudah mengerti semuanya,” tandas Jokowi.

(bti)

author