Caleg Muda Kader Bangsa Ajak Generasi Milenial Memudakan Politik Indonesia

Hakim (tiga dari kanan, berkacamata) saat membacakan deklarasi gerakan “Ayo #mudakanindonesia” di Diskusi Kopi, Setia Budi, Jakarta Selatan pada Jumat (5/10/2018) pekan lalu. 

 

SURABAYA – Pekan lalu, sekelompok anak muda yang menjadi calon legislatif (caleg) dari lintas partai peserta Pileg 2019 dan dari berbagai daerah, berkumpul dan membentuk forum diskusi serta mendeklarasikan gerakan “Ayo #mudakanindonesia” di Diskusi Kopi Jalan Halimun Raya No. 11b, Jakarta Selatan.

Hari ini, Rabu (10/10/2018) tim redaksi cakrawarta.com menghubungi Himas Muhammady Imammullah el-Hakim, salah satu peserta yang berasal dari Surabaya. Caleg DPRD Kota Surabaya Dapil 4 tersebut memaparkan bahwa para caleg yang hadir itu menggabungkan diri sebagai “Caleg Muda Kader Bangsa”. Dirinya dan yang hadir berusaha menginisiasi deklarasi yang berisikan refleksi 90 tahun Sumpah Pemuda yang hingga saat ini masih menyisakan problem kenegaraan dan kerakyatan.

Setelah memaparkan pekerjaan rumah yang belum beres, para deklarator membacakan komitmen mereka baik selama pemilu maupun setelahnya. Empat poin yang mewakili nilai kebangsaan, persatuan, integritas dan demokrasi ini menjadi komitmen bersama yang disepakati dalam perjuangan politik para pemuda ini.

Ia menyampaikan bahwa deklarasi tersebut dilakukan sebagai bentuk call to action kepada seluruh elemen bangsa khususnya generasi milenial,

“Tentu tidak hanya pemerintah, masyarakat atau sesama caleg yang kita ajak untuk menjalankan komitmen bersama ini namun juga anak muda, agar turut aktif dalam aktifitas yang mempengaruhi hidup mereka yang salah satunya adalah pemilu,” tutur Hakim sapaan akrabnya.

Dengan aksi tersebut, menurut Hakim, dirinya dan para caleg muda lainnya isu yang menjadi sorotan mereka benar-benar dikawal oleh muda nantinya di Parlemen.

“Bayangkan saja jika pejabat politik yang terpilih bukan orang terbaik dan mewakili kepentingan anak muda, tentu suara dan kebutuhan mereka juga tidak akan diprioritaskan di kebijakan dan aturan, bahkan parahnya anak muda hanya dianggap sebagai objek politik saja,” tegas caleg muda dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Pemuda asli Surabaya ini menambahkan bahwa pasca deklarasi itu dia ingin mengajak kepada sesama caleg muda dan milenial di Indonesia khususnya Surabaya untuk mulai berpolitik secara positif dan aktif dengan menurunkan tagar #mudakanindonesia #ngabdipolitik dan #youthpower sebagai pesan positif di dunia maya.

“Melalui politik yang positif dan semangat Sumpah Pemuda yang sebentar lagi kita peringati momentum bersejarahnya, kita tekadkan semangat memudakan politik kita. Bisa dengan berkampanye sehat di media sosial khsuusnya hingga datang ke TPS memilih caleg terbaik. Sudah saatnya kita punya kekuatan dari, oleh dan untuk anak muda di parlemen,” tandasnya.

(bus/bti)

author