Biofarma: Imunisasi Tanggung Jawab Bersama

87 views

Direktur Operasional Biofarma M. Roestan Rahman saat memberikan sambutan pada acara “Silaturahim Pesantren: Peran Nyata Biofarma Untuk Wujudkan Santri Sehat” di Hotel Crown Prince, Surabaya, Selasa (11/2/2020). (foto: bustomi/cakrawarta).

SURABAYA – Problem kecilnya partisipasi vaksinasi di Indonesia ditengarai karena masih kuatnya pandangan mengenai kehalalan dan juga sejumlah kabar keliru (hoax) mengenai vaksin.

Menanggapi hal tersebut, salah satu BUMN Biofarma bekerjasama dengan harian Republika mengadakan avatar “Silaturahim Pesantren: Peran Nyata Biofarma Untuk Wujudkan Santri Sehat”, Selasa (11/2/2020).

Direktur Operasional Biofarma, M. Rahman Roestan menyatakan bahwa kegiatan adalah lanjutkan dari acara serupa Di Jawa Barat beberapa waktu yang lalu. Dirinya menegaskan bahwa persoalan keberhasilan program vaksinasi adalah tanggung jawab semua elemen bangsa, termasuk dunia pondok pesantren.

“Sukses tidaknya vaksinasi menuju Indonesia Sehat adalah tanggung jawab kita semua. Saya berharap keterlibatan dunia pesantren bisa memperbaiki partisipasi vaksinasi di Indonesia,” ujar Roestan di hadapan wakil pesantren se-Jawa Timur di Hotel Crown Prince, Surabaya.

Roestan menambahkan bahwa Indonesia melalui Biofarma telah memiliki 14 vaksin yang diakui Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan termasuk satu-satunya negara OKI yang vaksin tersertifikasinya sebanyak itu. Senegal misalnya baru pada vaksin yellow fever.

(bus/bti)

author