Bantu Siswa Tak Lolos PPDB DKI, Anies Dipuji

248
Ketua Nasional Relawan Advokasi Pendidikan Indonesia (RAPI) Syah Dinihari, SH dalam suatu acara demonstrasi depan Balaikota DKI Jakarta terkait PPDB DKI 2020 yang sempat bermasalah beberapa waktu lalu. (foto: istimewa)

 

JAKARTA – Ketua Nasional Relawan Advokasi Pendidikan Indonesia (RAPI) Syah Dinihari, SH, sangat mengapresiasi kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, yang akan memberikan bantuan biaya pendidikan untuk siswa tidak mampu yang tidak lolos seleksi PPDB DKI 2020. Bantuan tersebut mencakup pembayaran uang masuk/uang pangkal sekolah swasta siswa yang tidak mampu dan dana SPP tiap bulan nantinya.

Disampaikan oleh Hari, demikian nama aktivis 98 ini biasa disapa, Selasa (21/7/2020), bahwa kebijakan Gubernur Anies tersebut telah sesuai dengan aspirasi RAPI Indonesia pada saat melakukan aksi demonstrasi tertib terpimpin dan disusul dengan audiensi pertemuan dengan staf ahli Gubernur DKI, TGUPP Bidang Pendidikan dan para pejabat Dinas Pendidikan DKI di Balai Kota Kantor Gubernur DKI Jakarta pada hari Senin tanggal 13 Juli 2020 lalu.

Aspirasi RAPI Indonesia saat itu adalah mendesak Pemprov DKI Jakarta / Disdik DKI Jakarta memberikan jaminan/kepastian kelanjutan pendidikan siswa tidak mampu ke SMP, SMA/SMK non negeri setelah tidak lolos seleksi PPDB DKI 2020 yang salah satu teknisnya adalah pemberian bantuan berupa pembayaran uang masuk/uang pangkal sekolah swasta untuk para siswa tidak mampu.

Hari yakin kebijakan Pemprov DKI ini dapat membantu meringankan beban hidup keluarga miskin tidak mampu namun anaknya terpaksa harus bersekolah swasta karena kalah umur namun memiliki nilai yang bagus dalam seleksi PPDB DKI 2020.

Seperti diketahui bersama, para siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu terutama para pemegang KJP, yang sebelum wabah pandemi Covid-19 sudah sulit ekonominya, menjadi semakin miskin dan sangat berat kehidupan ekonominya sejak Covid-19 hingga sekarang.

Hari berharap agar kebijakan Pemprov DKI ini dapat tersosialisasi dan terlaksana dengan baik.

“RAPI yang merupakan organisasi yang khusus bergerak dan berjuang di bidang advokasi/pembelaan pendidikan siswa, mahasiswa, santri dan peserta didik lainnya di Indonesia, siap bekerjasama dengan Pemprov DKI dalam rangka mensukseskan program bantuan biaya pendidikan sekolah swasta para siswa tidak mampu dan miskin tersebut”, pungkas Hari.

“Sejak sebulan terakhir ini, RAPI telah menerima ratusan pengaduan dari para orangtua murid tidak mampu dan saat ini sedang bekerja menyelesaikan tahap akhir pengumpulan data siswa dan orangtua siswa tidak mampu tersebut”, pungkas Hari.

(an/bti)