Anis Matta: Puisi Sukmawati Bisa Jadi Ahok Jilid II

395 views

ilustrasi. (foto: ist)

JAKARTA – Puisi “Ibu Indonesia” yang dibacakan tokoh politik senior yang juga adalah putri Proklamator Bung Karno kian menimbulkan kontroversi. Banyak pihak merespon kasus tersebut. Salah satunya adalah Anies Matta yang merupakan salah satu bakal Calon Presiden (bacapres) dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Menurut Anis Matta, kasus puisi “konde dan kidung vs cadar dan adzan” Sukmawati Soekarnoputri sangat menyakiti umat Islam dan kian memperdalam pembelahan di tengah anak bangsa.

“Kasus ini dampaknya bisa lebih besar dari kasus penodaan agama yang dilakukan oleh Ahok. Sebab luka di kalangan umat, akibat kasus Al Maidah hingga kini belum sembuh. Jadi semacam luka di atas luka,” tegas Anis.

Fenomena puisi Sukma dalam analisis Anis Matta, menunjukkan adanya kekhawatiran atas gelombang kebangkitan umat Islam Indonesia secara sosial dan politik.

“Banyak yang berpikir seperti Sukma, dan Ahok. Namun ada yang terucapkan, ada yang tidak,” imbuh tokoh muda asal Sulawesi Selatan itu.

Anis Matta sendiri sangat menyayangkan apabila tokoh sekelas Sukmawati Soekarnoputri tidak peka dengan soal yang sangat sensitif, dan bahkan terkesan menantang umat Islam.

Pembacaan puisi, tidak bisa disebut sebagai keseleo lidah. Sebagai penulis, Anis Matta sangat paham, bahwa puisi mencerminkan perasaan yang sangat dalam dari seseorang.

Sementara membacakan puisi adalah sebuah ekspresi dan pesan yang sangat kuat yang ingin disampaikan kepada publik.

Melihat besar dan massifnya reaksi yang muncul, Anis Matta menduga kasus ini bisa mendorong munculnya kembali Aksi Bela Islam (ABI) yang melahirkan peristiwa fenomenal 411 dan 212.

(bm/bti)

author