Anies Baswedan Didesak Copot Sekda DKI

252 views

Sekelompok pemuda dan mahasiswa mengumpulkan tanda tangan di Car Free Day, Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (14/7/2019) agar Gubernur DKI Anies Baswedan mencopot Sekda DKI, Saefullah karena dinilai lakukan KKN.

 

JAKARTA – Polemik jual-beli jabatan di lingkungan pemerintahan provinsi DKI Jakarta berujung panjang, pasalnya pada Minggu (14/7/2019) pagi, sekelompok pemuda dan mahasiswa mengumpulkan tanda tangan di Car Free Day, Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta.

Fikrie Firdauzi selaku ketua wilayah Pertahanan Ideologi Syarikat Islam (Perisai) DKI Jakarta merasa geram atas tingkah laku Sekretaris Daerah Pemprov DKI Jakarta, yang melakukan KKN.

“Kami tidak akan berhenti sampai Gubernur DKI mencopot Sekda bapak Saefullah. Senin besok, kami akan demo balai kota dan serahkan tanda tangan petisi pencopotan Sekda ini,” ujar Fikri kepada cakrawarta.com, Minggu (14/7/2019).

Salah seorang masyarakat DKI Jakarta yang ikut menandatangani petisi pencopotan Saefullah, Bintang Wahyu Saputra menuturkan sangat setuju dengan apa yang digaungkan oleh penyelenggara petisi di Bundaran HI.

“Aye anak Betawi dari Matraman luar Jakarta Pusat, merasa malu dengan ape yang dilakukan oleh bang Saefullah. Jika benar seperti yang diisukan ane minta Abang mundur dah jangan buat malu Betawi,” tegas Bintang.

Sebagian pengunjung Car Free Day di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (14/7/2019) menandatangani petisi pencopotan Sekda DKI Jakarta Saefullah yang dituding terlihat praktek jual beli jabatan di lingkungan Pemprov DKI.

Bintang yang juga Ketua Relawan Pemuda Agus-Sylvi pada Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu, menyarankan Anies Baswedan untuk segera melakukan pergantian Sekda demi pembangunan Jakarta yang lebih baik.

“Ya jujur aje dah, ane merasa harus ikut dalam mengawasi jalannya pemerintahan daerah dibawah pimpinan bang Anis. Karena sewaktu Pilgub putaran pertama selesai ane dan kawan-kawan memberikan dukungan dan pilihan untuk bang Anis. Jadi kami minta bang Anis harus mendengarkan suara warga Jakarta,” tambah Ketua Umum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) ini.

Sementara itu, salah seorang anak rantau di kota Jakarta, Dede, mengatakan polemik pemilihan kepala dinas yang tidak sesuai dengan hasil seleksi menjadi preseden buruk bagi birokrasi di daerah.

“Jangan sampai apa yang dilakukan oleh Sekda DKI menimbulkan efek domino untuk daerah. Padahal, sebagai daerah khusus ibukota sudah seharusnya DKI Jakarta memberikan contoh yang baik terhadap daerah lain,” tutup Dede yang berasal dari Sumatera Barat ini.

(bm/bti)

author