Anggota DPR Syahrul Aidi Minta Pemerintahan Jokowi Fokus Melayani Masyarakat Kurang Mampu

Anggota DPR RI dari fraksi PKS, Syahrul Aidi saat menjenguk seorang penderita tumor ganas asal Kampar, Riau di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Selasa (11/2/2020). (Foto: Anhar Rosal)

JAKARTA – Setelah Syahrul Aidi, anggota Komisi V DPR RI, menjenguk Marwan pada Selasa (11/2/2020), seorang penderita tumor ganas asal Kampar, Riau di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, hari ini, Rabu (12/2/2020), ia juga menjenguk Riska, penderita tumor ganas serupa di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta. Pun juga warga Kampar.

Syahrul Aidi saat dihubungi redaksi cakrawarta.com, menyampaikan bahwa Marwan dan Riska merupakan masyarakat kurang mampu. Pengobatan Marwan menggunakan BPJS Kesehatan, sementara Riska difasilitasi oleh Bakrie Foundation.

“Alhamdulillah kita hari ini dan kemarin dapat melaksanakan silaturahmi kepada saudara kita Marwan dan Riska. Keduanya adalah masyarakat kita dari Riau yang menderita penyakit tumor ganas. Saat ini keduanya sedang tahap perawatan oleh masing-masing rumah sakit. Dokter akan memutuskan nantinya tindakan apa yang harus diberikan kepada kedua pasien tersebut,” terang Syahrul Aidi.

Saat dibawa ke RSCM dan RSPAD, kedua pasien telah diperiksa tahap awal oleh dokter. Khusus Marwan hasil pemeriksaan awal akan keluar Senin (17/2/2020) pekan depan.

Melihat kedua pasien, Syahrul Aidi menaruh iba kepada pasien dan keluarganya. Keduanya tergolong tidak mampu.

“Alhamdulillah, Allah beri jalan kemudahan dari orang lain. Sehingga sampai pada tahap ini. Semoga ini jadi amal ibadah bagi para donatur,” ungkap pria tamatan Al-Azhar Cairo, Mesir ini.

Menanggapi banyaknya masyarakat yang sakit akibat tergolong tidak mampu, menurut Syahrul Aidi, harusnya itu peran pemerintah hadir, memberikan pelayanan terbaiknya. Tidak serta merta semua beban biaya itu melalui konsep BPJS.

“Ada sekelompok masyarakat yang benar-benar tidak mampu secara keuangan. Jangankan perawatan, atau bayar premi iuran BPJS tiap bulan, untuk makan saja terkadang mereka tak ada. Maka, kita minta harusnya pemerintah langsung turun tangan, menggratiskan semua biaya pengobatan. Bukan perawatan saja, tapi hidup dan kehidupan warga yang benar-benar tidak mampu tersebut. Dan itu harus menyasar semua masyarakat, tanpa ada perbedaan,” tegas Syahrul Aidi.

Ini juga menurutnya akan menjadi catatan perjuangan di DPR RI. Walaupun bukan tupoksi komisi yang dirinya bidangi, Syahrul Aidi akan mencoba mengomunikasikan dengan rekan-rekannya di fraksi PKS.

(anhar/bti)

author